Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Masjid Miftahul Jannah, Pusat Syiar Islam di Bantaran Sungai Arut. Dibangun 1970, Berawal dari Sebuah Langgar Kecil

Koko Sulistyo • Senin, 16 Maret 2026 | 21:45 WIB

Masjid Masjid Miftahul Jannah di Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar saat siang hari, belum lama ini
Masjid Masjid Miftahul Jannah di Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar saat siang hari, belum lama ini

Kelurahan Raja Seberang yang berada di bantaran Sungai Arut, Kecamatan Arut Selatan, tepatnya di seberang Kota Pangkalan Bun, memiliki sebuah masjid tua, yakni Masjid Miftahul Jannah, yang menjadi salah satu pusat kegiatan syiar, baik ibadah dan tradisi dalam Agama Islam

----------------------------

Selepas waktu Salat Tarawih berjamaah digelar, terdengar dari corong pengeras suara masjid, suara lantunan merdu ayat-ayat suci Alquran yang dibacakan oleh para jemaah yang melaksanakan tadarusan.

Ramadan 1447 Hijriah/2026 kali ini, suasana kampung Raja Seberang bisa dibilang tak semeriah Ramadan tahun 2025 lalu, yang diramaikan dengan Festival Keriang Keriut 2025. Puncak acara itu biasanya diramaikan dengan parade kelotok hias yang dihias dengan berbagai lampu warna-warni, ornamen menarik, dan nuansa tradisional, menyusuri Sungai Arut dengan gemerlap cahaya yang mempesona. Selain itu diramaikan dengan lomba-lomba keterampilan bidang keagamaan .

Tak ketinggalan bagi pengurus Masjid Miftahul Jannah, yang selalu turut meramaikan festival tersebut dengan mengusung lampion masjid, seperti di tahun 2025 lalu.

Kendati festival itu tak digelar saat Ramadan tahun ini, suasana lengang tak menyurutkan semangat para jemaah untuk memadati Masjid Miftahul Jannah. Sejak menjelang berbuka puasa bersama, jemaah tetap ramai, sampai dengan mengikuti rangkaian Tarawih berjamaah.

Sekretaris Pengurus Masjid Miftahul Jannah, Muhammad Wardiman menceritakan,  saat ini keberadaan masjid ini menjadi pusat dakwah dan syiar Islam sejak dulu sampai saat ini. Menurutnya Masjid Miftahul Jannah yang dibangun pada tahun 1970 an itu, semula hanya merupakan sebuah langgar kecil yang sederhana yang dibangun secara swadaya (patungan) dengan konstruksi bangunan semuanya berbahan kayu lokal pilihan.

Seiring berjalannya waktu dan mempertimbangkan banyaknya jemaah, ketika melaksanakan Salat lima waktu, maka pada tahun 1980an langgar tersebut diperluas dan dijadikan statusnya menjadi Masjid Miftahul Jannah.

Perubahan status itu lanjut Wardiman,  berdasarkan kesepakatan dan izin dari para tokoh ulama yang ada di Kelurahan Raja dan Raja Seberang pada waktu itu.

"Beberapa kegiatan syiar keagamaan yang dilaksanakan di masjid Miftahul Jannah ini,  terutama di bulan Maulid pada zaman dahulu dilaksanakan tradisi Bamaulud, yang diiringi dengan Syair Sarapal Anam," sebutnya.

Wardiman menjelaskan,  kegiatan pembacaan Syair Sarapal Anam dilaksanakan dari pagi hari sampai pada malam hari yang ditutup dengan acara Bagunting Rambut, khususnya bagi bayi yang baru lahir.

Kemudian, ketika di bulan Muharram tanggal 1 sampai 3 Muharram,  akan dilaksanakan pembacaan doa Syaidina Al Qasah pada 3 malam berturut-turut. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga Raja Seberang.

"Warga akan berbondong- bondong mengumpulkan Ketupat Tulak Bala. Mereka akan berkeliling kampung sambil membaca doa Syaidina Al Qasah, kemudian finish di masjid Miftahul Jannah," papar Wardiman.

Kemudian tambahnya, setelah tiba di Masjid Miftahul Jannah,  akan dibacakan doa, serta para warga akan memperebutkan Ketupat Tulak Bala itu, beramai-ramai.

"Pada 10 muharram warga akan berkumpul dari pagi sampai  waktu Asyar di Masjid Miftahul Jannah, mereka berkumpul untuk membuat bubur Asyura dan setelah Salat Asyar akan dibacakan doa Asyura oleh para tokoh ulama dan jemaah yang hadir," pungkas Wardiman mengungkapkan beberapa kegiatan syiar dan tradisi Islam, yang selama ini dipusatkan di masjid yang warnanya identik dengan cat warga hijau tua itu. (*/gus)

 

 

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#miftahul jannah #sungai arut #masjid tua #syiar islam #1970