Hiburan tradisional menjelang sahur bukan sekadar penanda waktu, tetapi juga penanda kebersamaan. Denting alat musik sederhana dan lantunan suara menjadi cara Polsek Pangkalan Banteng dan warga sekitar menjaga tradisi. Membangunkan umat muslim yang terlelap untuk makan sahur, sekaligus menghangatkan rasa persaudaraan.
--------------------------------
Suasana menjelang sahur di lingkungan markas Polsek Pangkalan Banteng, Polres Kotawaringin Barat (Kobar) terasa berbeda pada malam Ramadan ini. Hadirnya denting musik tradisional dan gerak tari yang enerjik membangkitkan semangat kebersamaan dalam kegiatan bertajuk“Sahur on the Road’.
Menggelar aksi tersebut, Polsek Pangkalan Banteng bekerjasama dengan Sanggar Tari Manunggal Budoyo Pangkalan Banteng, serta dukungan dari KSB Pangkalan Banteng. Tujuannya bukan sekadar hiburan menjelang sahur, tetapi juga upaya melestarikan kesenian budaya lokal.
Di halaman kantor polisi itu, sejumlah penari menampilkan berbagai pertunjukan budaya yang memikat. Iringan musik tradisional membuat suasana malam Ramadan terasa hidup. Warga yang melintas maupun yang sengaja datang terlihat berhenti sejenak, untuk menikmati pertunjukan sambil menunggu waktu sahur tiba.
Tak hanya anak-anak dan remaja, orang tua pun tampak ikut menyaksikan pertunjukan dengan antusias. Bagi sebagian warga, kegiatan ini jadi hiburan sederhana namun bermakna. Kehadiran kesenian tradisional ini juga menghadirkan nuansa kebersamaan yang hangat.
Kapolsek Pangkalan Banteng, Iptu Agung Sugiarto mengatakan, Sahur on the Road merupakan bentuk pendekatan Polri kepada masyarakat. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mempererat hubungan antara aparat kepolisian dengan warga.
“Kami ingin memberikan hiburan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama di bulan Ramadan ini. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi cara kami untuk selalu hadir dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mengandung pesan penting tentang pelestarian budaya. Dengan menampilkan kesenian tradisional di ruang terbuka, generasi muda diharapkan semakin mengenal dan mencintai warisan budaya daerahnya.
Melalui Sahur on the Road, Polsek Pangkalan Banteng berharap semangat kebersamaan antara aparat dan masyarakat semakin kuat. Di tengah heningnya malam Ramadan, irama musik dan tarian budaya menjadi pengingat bahwa tradisi dan kebersamaan tetap hidup, mengiringi menuju waktu sahur dengan penuh kegembiraan.
"Tradisi hiburan menjelang sahur mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari kemewahan. Cukup dengan alat musik sederhana, langkah kaki yang beriringan, dan tawa yang tulus, masyarakat mampu menciptakan suasana Ramadan yang hidup dan penuh makna," papar Agung.
Salah seorang warga mengaku cukup terhibur adanya kegiatan tersebut, menurutnya ramadan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang merawat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. (*/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama