Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Tradisi Mangaruhi Ramaikan Peluncuran Budikdamber sekaligus Rayakan HUT ke 73 Kotim

Yuni Pratiwi Iskandar • Kamis, 29 Januari 2026 | 22:20 WIB

 

Tradisi Mangaruhi yang digelar di halaman Dinas Perikanan Kotim, Kamis (29/1).
Tradisi Mangaruhi yang digelar di halaman Dinas Perikanan Kotim, Kamis (29/1).

 

radarsampit.jawapos.com- Peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih terasa di lingkungan Dinas Perikanan setempat, Kamis (29/1). Momentum itu diramaikan dengan tradisi Mangaruhi, sekaligus diluncurkannya program Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber).

-------------------

Festival Mangaruhi yang digelar di halaman Kantor Dinas Perikanan Kotim ini, menjadi ruang pelestarian tradisi masyarakat perairan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi tersebut tidak sekadar ditampilkan sebagai lomba, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan, gotong royong, serta kearifan lokal.

Seperti diutarakan Kepala Dinas Perikanan Kotim Ahmad Sarwo Oboi,  pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada sektor fisik dan ekonomi, melainkan harus sejalan dengan upaya menjaga identitas budaya masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menegaskan bahwa budaya lokal memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan jati diri daerah,” ujarnya.

Festival Mangaruhi juga menjadi ajang silaturahmi lintas instansi, melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), serta perwakilan instansi yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Mangaruhi adalah tradisi menangkap ikan tradisional khas suku Dayak di Kalimantan Tengah, yang dilakukan dengan tangan kosong tanpa alat bantu di area perairan dangkal atau kolam berlumpur.

Sebelum pelaksanaan festival, Dinas Perikanan Kotim juga meluncurkan program Budikdamber sebagai bentuk inovasi pemanfaatan lahan sempit untuk budidaya ikan skala rumah tangga. Program ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam menmenuhi asupan protein ikan dan memperkuat ketahanan pangan keluarga.

“Budikdamber adalah inovasi sederhana yang mudah diterapkan, namun manfaatnya besar karena dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri,” terang Oboi.

Ditegaskannya, penggabungan antara festival budaya dan peluncuran program inovatif ini menjadi bukti bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan seiring dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan itu juga dihadiri Bupati Kotim Halikinnor, sekaligus program Budikdamber. Dirinya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Dinas Perikanan Kotim tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan arahan agar setiap SOPD berperan aktif memeriahkan HUT Kotim,  melalui kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat.

“Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga memberikan nilai edukasi tentang pemanfaatan sumber daya perairan secara bijak dan berkelanjutan,” ujarnya.

Bupati berharap, program Budikdamber dapat menjadi pemicu tumbuhnya kemandirian pangan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi sektor kelautan dan perikanan di Kotim.

“Program ini sederhana, tetapi dampaknya bisa besar jika dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan,” pungkas Halikinnor. (yn/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#Mangaruhi #Ahmad Sarwo Oboi #sampit #tradisi #Bupati Kotim Halikinnor #HUT ke 73 Kotim #Dinas Perikanan #budikdamber