Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Selama 2025, Ribuan Telur Penyu Menetas di Tanjung Keluang. Dari Seratus Tukik, Peluang Hidup Hanya 1 Persen

Koko Sulistyo • Kamis, 4 Desember 2025 | 13:55 WIB
Petugas BKSDA Kalteng SKW II Pangkalan Bun saat melepasliarkan anakan Penyu yang baru menetas (Tukik),  menuju perairan Laut Jawa, TWA Tanjung Keluang, Desa Kubu, belum lama ini.
Petugas BKSDA Kalteng SKW II Pangkalan Bun saat melepasliarkan anakan Penyu yang baru menetas (Tukik), menuju perairan Laut Jawa, TWA Tanjung Keluang, Desa Kubu, belum lama ini.

radarsampit.jawapos.com- Keberadaan Penyu terus dilestarikan di Kawasan Tanjung Keluang, yang terletak di Desa Kubu, Kecamatan Kumai,  Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Kawasan itu juga menjadi habitat dua jenis penyu langka, yakni jenis Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) dan Penyu Hijau (Chelonia mydas).

_______________________________

Sepanjang tahun 2025 ini, Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng), telah berhasil menetaskan ribuan telur Penyu langka  di kawasan, yang juga dibuka untuk wisatawan itu.

Kepala SKW II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng Dendi Sutiadi mengungkapkan, sudah sebanyak 1.213 telur penyu berhasil ditetaskan oleh petugas di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Tanjung Keluang. Anak Penyu yang baru menetas itu biasa disebut Tukik. Proses penetasan ini adalah bagian dari siklus hidup Penyu yang menarik dan penuh tantangan.

“Tukik hasil penetasan tersebut selanjutnya dilepasliarkan ke habitatnya untuk menjaga kelestarian populasi Penyu di masa mendatang,” ujarnya, Rabu (3/12).

Dijelaskan Dendi, penetasan ribuan telur itu dilakukan melalui tiga periode pendaratan induk Penyu,  sejak awal tahun 2025 hingga November 2025. Proses penetasan dilakukan secara semi-alami di Kawasan Wisata Alam (KWA) Tanjung Keluang, yang memiliki luas wilayah sekitar 2000 hektare.

“Tim BKSDA rutin melakukan patroli telur penyu di KWA Tanjung Keluang. Telur-telur yang ditemukan kemudian dipindahkan ke lokasi khusus penangkaran hingga menetas dan siap dilepasliarkan,” terangnya.

Baca Juga: Petugas Wisata Alam Tanjung Keluang Selamatkan Ratusan Telur Penyu Sisik

Seperti baru-baru tadi (30/11) dalam patroli itu, mereka menjumpai seekor Penyu Sisik yang sedang bertelur. Dari hasil monitoring pihaknya, ditemukan satu sarang berisi 175 butir telur. “Saat ini telur diamankan di bak penetasan semi alami di Tanjung Keluang,” sebut Dendi.

Setelah menetas, Tukik akan dilepasliarkan ke laut. Berdasarkan penelitian para ahli, tingkat keberhasilan hidup Tukik di alam hanya sekitar 1 persen dari setiap seratus yang dilepas, mengingat banyaknya predator laut. Namun demikian, hal itu merupakan bagian dari keseimbangan ekosistem.

Diungkapkan Dendi, Penyu Sisik yang terpantau di kawasan tersebut biasanya mendarat dua kali dalam setahun, yakni pada November–Januari dan Juli–September. Sebagian Penyu bermigrasi, namun ada pula yang tetap berada di perairan pantai wilayah Kobar.

Diinformasikannya pula, Penyu sisik saat ini berstatus kritis atau sangat terancam punah. Populasinya tertekan akibat sampah laut, konsumsi telur Penyu oleh manusia, serta perburuan Penyu untuk konsumsi.

Selain itu, banyak habitat penyu yang berubah menjadi area publik sehingga semakin beririsan dengan aktivitas manusia, terutama di wilayah pantai tempat Penyu bertelur.

“Menurut penelitian, dari 100 tukik hanya sekitar 1 persen yang mampu bertahan hidup, karena banyaknya predator di laut. Namun itu merupakan bagian dari ekosistem dan rantai makanan biota laut,” pungkas Dendi.

Sementara itu,  keberadaan Penyu memiliki manfaat ekologis yang besar. Seperti menjaga keseimbangan ekosistem laut (terumbu karang, padang lamun) dan mengendalikan populasi ubur-ubur dan spons. Selain itu, penyu berperan dalam mendistribusikan nutrisi dari laut ke pantai dan menyediakan sumber makanan bagi hewan lain.  (*yit/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#tanjung keluang #penyu sisik #penyu hijau #2025 #SKW II Pangkalan Bun #bksda kalteng #kotawaringin barat #telur penyu #tukik #Desa Kubu #Kecamatan Kumai