Peringatan HUT SMA Negeri 2 Sampit yang ke-42 tahun dirayakan dengan meriah. Sekolah ini tak hanya menjadi tempat menimba ilmu, namun juga menumbuhkan mimpi dan menciptakan generasi muda yang berprestasi.
HENY, Sampit
Pendirian SMAN 2 Sampit pada 9 November 1983 silam tidak dilalui dengan mudah. Di atas lahan seluas 2 hektare di Jalan Kerinci, sekolah ini berdiri.
Namun, pada tahun pertama belum menerima peserta didik, karena bangunan belum sepenuhnya siap, serta belum memasuki awal tahun ajaran baru, sehingga penerimaan peserta didik baru dimulai pada tahun ajaran 1984/1985.
”Semula SMA Negeri 2 Sampit berlokasi di Jalan Ahmad Yani menggunakan Gedung SMPN 2 Sampit dan pada Juni tahun 1984 pembangunan gedung sekolah dimulai dan Oktober 1984 kegiatan belajar mengajar dibuka di sekolah baru yang terletak di Jalan Kerinci," kata Kodarahim, Kepala SMAN 2 Sampit saat mengungkap sejarah pendirian SMAN 2 Sampit.
Di masa lampau, siswa hanya berjumlah 120 dan 7 guru yang pada masa itu Masrin Unan menjabat sebagai Kepala SMAN 2 Sampit pertama.
Di masa sekarang, jumlah peserta didik bertambah sepuluh kali lipat dibandingkan masa lampau. Pada tahun ajaran tahun ini, jumlah peserta didik sebanyak 1.257 siswa. Terdiri dari 35 rombongan belajar dan 89 guru.
”Pada tahun angkatan pertama, ada 21 guru dengan pendidikan Diploma 3 yang didatangkan langsung dari Pulau Jawa untuk mengajar di SMAN 2 Sampit. Saat itu mencari guru di Kalteng masih terbatas. Hanya ada empat guru saja yang berasal dari Kalteng yang mengajar di SMAN 2 Sampit. Sekarang jumlahnya terus bertambah sebanyak 89 guru," ucap Kepala SMAN 2 Sampit keenam yang telah menjabat sejak tahun 2014.
Selama 42 tahun berdiri, SMAN 2 Sampit telah mencetak pelajar berprestasi baik ditingkat lokal, nasional dan internasional seperti KIR Dian Buana yang berlaga di ajang IEYI India pada 2018, dan student exchange program pada tahun 2022 dalam Kennedy Lugar Youth Exchange and Study di California Amerika, juga Jambore di Korea Selatan tahun 2023.
Pada tahun 2025 kembali siswa siswi menorehkan prestasinya di ajang lomba Puspresnas baik akademik maupun non akademik melalui ajang lomba O2SN, FLS3N, OSN, NSDC, LDBI, LCC Empat Pilar, dan ajang lomba lainnya.
SMA Negeri 2 Sampit menyandang status sebagai sekolah ramah anak, sekolah aman pangan, sekolah adiwiyata mandiri.
Sekolah ini juga mengedepankan pendidikan karakter dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdaya saing seperti arti dari semboyan Widya Dian Buana yang berarti pendidikan sebagai lentera dunia, huma itah yang berarti rumah kita, rumah untuk belajar ilmu pengetahuan, rumah untuk pendidikan karakter, rumah untuk mengantar ke masa depan.
”Pencapaian prestasi yang didapat dari peserta didik tentu saja tidak lepas dari peran dan dukungan para guru yang gigih melihat setiap peluang berbagai ajang perlombaan dan kegiatan pelajar yang diadakan di tingkat nasional hingga internasional. Peserta didik yang memiliki potensi dan bakat terus digembleng agar mampu meraih prestasi," ujarnya.
SMAN 2 Sampit juga telah terakreditasi A sejak tahun 2009. Setiap lima tahun sekali, sekolah melakukan re-akreditasi dan pada tahun 2019 lalu, SMAN 2 Sampit dapat mempertahankan akreditasi A dengan nilai 96 terbaik tingkat nasional.
SMAN 2 Sampit memiliki visi unggul dalam prestasi akademik dan nonakademik melalui komunitas belajar sepanjang hayat dan berwawasan global dan visi itu telah dibuktikan pihak sekolah dari tahun ke tahun dengan membuktikan capaian prestasi yang gemilang.
Perjuangan para guru yang tak kenal lelah menjadi mentor sekaligus mendidik siswa siswinya dengan tulus ikhlas terlihat jelas. Dalam berbagai kesempatan, Radar Sampit melihat sendiri bagaimana kerasnya para guru mendidik siswa-siswinya agar tak henti belajar, sehingga mampu memenangkan berbagai ajang lomba dan kegiatan.
”Selama saya memimpin sebagai kepala sekolah, saya selalu memberikan kepercayaan penuh kepada guru untuk memiliki dan menjalankan peran tugas serta tanggungjawabnya masing-masing. Apa pun keinginan dan masukan para guru dan juga siswa siswi, selalu saya dukung jika itu demi mencapai kualitas pendidikan yang lebih baik,” kata Kodarahim.
Meskipun Kodarahim mengakui semua dukungan tidak hanya dari lisan tetapi juga dari tindakan dan juga tentunya dukungan materi.
”Walaupun kadang ada waktu kami kesulitan anggaran, saya tetap upayakan. Dana memang harus dipikirkan, tapi itu urusan belakangan dan bisa dibicarakan nanti, yang terpenting saya percaya, para guru bekerja 100 persen untuk anak didik kami. Sebisa mungkin peserta didik kami ikutsertakan apabila ada ajang lomba dan kegiatan, operasional dan biaya transportasinya sekolah yang tanggung,” ucapnya.
Baru-baru ini, SMAN 2 Sampit mengadakan berbagai perlombaan olaharaga dan tari lintas sekolah dan jenjang pendidikan SMP dan SMA bahkan guru pun ikut serta dalam perlombaan voli dan mini soccer dan puncaknya dirayakan pada 12 November 2025.
”Kami berharap di usia SMAN 2 Sampit yang ke-42 tahun ini, kami dapat terus mempertahankan prestasi dan menjadi sekolah terbaik tidak hanya ditingkat kabupaten tetapi juga provinsi hingga nasional," ujarnya.
Perwakilan Disdik Kalteng yang menjabat sebagai Pengawas SMA I Wayan Samad berharap prestasi yang sudah sering diraih SMAN 2 Sampit agar dapat terus dipertahankan.
”Beberapa ajang perlombaan seperti LCC 4 pilar kebangsaan, peserta SMAN 2 Sampit selalu meraih juara. Termasuk ajang perlombaan lain juga sering meraih juara, ini yang kami harap dapat terus dipertahankan," ucap Wayan.
Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Ekonomi, Keuangan fan Pembangunan Rafiq Riswandi juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada SMAN 2 Sampit yang telah membuktikan terus menjaga semangat pendidikan, inovasi, serta karakter kejujuran dan disiplin di lingkungan sekolah.
"Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk terus menanamkan nilai-nilai keunggulan, kreativitas, dan semangat gotong royong kepada generasi muda kita," kata Rafiq.
Dengan karakter yang kuat, wawasan luas, dan semangat pantang menyerah, ia yakin lulusan SMAN 2 Sampit mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
”Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat menumbuhkan mimpi dan membangun masa depan. Ingatlah, masa depan bangsa ini berada di tangan generasi muda seperti kalian. Bermimpilah setinggi langit, berjuanglah dengan sepenuh hati, dan berbuatlah dengan keikhlasan," katanya. (***/ign)
Editor : Slamet Harmoko