Radarsampit.jawapos.com – Indonesia memiliki kota tertata dengan perencanaan matang, seperti Palangka Raya atau yang teranyar Ibukota Nusantara ataupun di luar negeri ada Brasillia, Brazil atau Canberra , Australia .
Semua kota di atas dibangun benar-benar dari nol, hutan belantara. Menjawab alternatif dari kota-kota tua yang penuh sesak dan kurang tertata.
Namun, bagaimanakah jika hal tersebut diterapkan di kota yang sudah sedemikian lama berdiri, padat penduduk? Apakah bisa? Barcelona, Spanyol bisa jadi contohnya.
Barcelona itu bukan cuma kota biasa. Kota penuh historis sejak era imperium Romawi ,yang berdiri sejak 230 sebelum Masehi ini tentunya sempat menyimpan banyak permasalahan dan penuh sesak.
Saat ini saja populasi dari ibukota Katalan ini sekitar 1,6 juta jiwa,belum lagi jika ditambah dengan wilayah metropolitannya, jumlah populasinya mencapai 5 juta jiwa.
Namun jika kita lihat dari udara atau tangkapan satelit kotanya berbentuk kotak-kotak sempurna seperti papan catur raksasa yang sangat mengagumkan.
Ini namanya sistem "Grid" atau Eixample, didesain sama arsitek jenius Ildefons Cerdà tahun 1859.
Karena waktu itu Barcelona lagi sesak banget, penduduknya tumpah ruah dalam tembok kota yang pengap dan kotor.
Yang buat sistem ini istimewa adalah setiap blok kotanya punya sudut terpotong 45 derajat.
Jadi, kalau dilihat dari atas, ujung-ujung bloknya seperti diamond. Ini bukan cuma buat gaya-gayaan, tapi punya fungsi super penting.
Desain unik ini bikin cahaya matahari bisa masuk ke setiap sudut jalan. Angin juga bisa beredar lebih baik.
Belum lagi soal lalu lintas yang jadi lebih lancar karena pengemudi bisa lihat kendaraan dari jauh berkat sudut yang terpotong itu.
Di tengah setiap blok ada taman internal yang cuma bisa diakses sama penghuni.
Bayangkan, punya taman pribadi di tengah kota! Ini cara para arsitek memastikan setiap warga tetap bisa nikmatin ruang hijau meski tinggal di pusat kota.
Dan yang paling unik di setiap blok ukurannya 113,3 x 113,3 meter.
Kenapa angkanya terdengar aneh? Karena ini hasil perhitungan matang soal jarak ideal buat pejalan kaki. Tidak terlalu jauh dan tidak terlalu deket.
Sistem grid ini bikin navigasi di Barcelona mudah sekali. Turis luar sangat jarang tersesat di sini.
Coba bayangkan, kamu tinggal hitung berapa blok ke kanan atau ke kiri buat sampai tujuan. Simpel bukan?
Mereka masih memertahakan desain ini sampai sekarang. Padahal sudah lewat 150 tahun lebih. Bukti kalau desain yang bagus itu timeless, tidak akan termakan zaman.
Barcelona ini jadi bukti kalau planning yang matang bisa buat kota tetap nyaman meski penduduknya banyak. Beda sama kota-kota lain yang "membengkak" tanpa arah, Barcelona tumbuh dengan teratur dan elegan. (sbn)
REFERENSI: Urban Planning of Barcelona, Wikipedia, Detail.de
Editor : Gunawan.