Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dataran Bumi yang Lebih Tinggi Semakin Dingin, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Sabrianoor • Minggu, 23 Februari 2025 | 19:31 WIB
LEBIH DINGIN: Pemandangan kawasan dataran tinggi Dieng dari Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah.
LEBIH DINGIN: Pemandangan kawasan dataran tinggi Dieng dari Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Radarsampit.jawapos.com – Secara logika, wilayah yang lebih tinggi tentunya semakin lebih dekat daripada matahari dan akan menjadi lebih panas.

Namun, fakta mengatakan sebaliknya. Semakin tinggi suatu wilayah, suhu akan semakin dingin.

Berbagai jurnal ilmiah dan hukum fisika telah menjelaskan hukum alam ini. Berikut penjelasannya:

Jarak matahari dengan bumi sekitar 8 menit cahaya atau 150 juta kilometer.

Dengan demikian, panas matahari secara secara fisik sebenarnya tidak akan mampu mencapai bumi. Apalagi terdapat ruang hampa di antara matahari dan bumi.

Sebenarnya panas yang kita rasakan di planet bumi terbentuk akibat pancaran radiasi matahari yang bereaksi dengan partikel udara hingga akhirnya partikel udara memanas.

Adanya gaya gravitasi membuat partikel udara jauh lebih rapat pada wilayah dataran rendah ataupun permukaan laut.

Sebaliknya, akumulasi partikel udara akan jauh lebih renggang pada wilayah dataran tinggi.

Perbedaan kerapatan partikel udara inilah yang menyebabkan terbentuknya perbedaan suhu dimana suhu di dataran tinggi atau gunung lebih dingin dibanding suhu di dataran rendah.

Udara di daratan tinggi cenderung lebih jarang dan memiliki tekanan yang lebih rendah dibandingkan di daratan rendah.

Udara yang lebih jarang ini cenderung lebih dingin karena molekul-molekulnya tidak terkompresi dan menyebar dengan lebih banyak ruang kosong.

Sehingga, suhu di daratan tinggi lebih dingin karena udara yang lebih jarang dan tekanan yang lebih rendah. (sbn)

REFERENSI: The Conversation, Science, Earth Date

Editor : Gunawan.
#dataran tinggi #dingin