Radarsampit.jawapos.com – Seringkali sebuah film horor yang diputar di bioskop menimbulkan beberapa penonton kesurupan.
Namun, banyak juga yang menyangkal. Hal tersebut hanyalah propaganda atau bagian promosi agar film tersebut menjadi sorotan.
Tak sedikit yang berdalih, kesurupan jarang terjadi saat sendirian dan seringkali terjadi saat banyak orang.
Apa Itu Kesurupan?
Kesurupan dipahami sebagai kondisi saat seseorang dirasuki oleh hantu atau roh jahat.
Fenomena ini juga menjadi bagian dari kultur kepercayaan banyak kelompok masyarakat terhadap hal-hal mistis.
Menurut definisi umum kerasukan, kesurupan, atau kemasukan roh adalah perubahan keadaan kesadaran yang tidak biasa yang konon disebabkan oleh pengendailan tubuh manusia oleh roh, hantu, setan, atau dewa.
Konsep kerasukan roh atau entitas gaib dijumpai dalam banyak budaya dan agama, termasuk Buddha, Kristen,Vodou Haiti, Hindu, Islam, Wicca, dan kepercayaan tradisional di Asia Tenggara serta Afrika.
Tergantung pada konteks budaya di mana ia ditemukan, kerasukan dapat berupa sukarela atau tidak sukarela dan dapat dianggap memiliki efek menguntungkan atau merugikan pada individu yang mengalaminya.
Dalam sebuah studi pada tahun 1969 yang didanai oleh National Institute of Mental Health, kepercayaan mengenai kerasukan ditemukan pada 74 persen dari 488 sampel masyarakat yang mewakili berbagai belahan dunia.
Masyarakat dengan kepercayaan tertinggi ditemui dalam budaya Pasifik, dan insiden kerasukan terendah ditemui pada penduduk asli Amerika di Amerika Utara dan Amerika Selatan.
Ketika gereja-gereja Kristen Pantekosta dan Karismatik pindah ke wilayah Afrika dan Oseanik, akulturasi kepercayaan dapat terjadi, "setan" sering digunakan untuk menggambarkan agama-agama lama penduduk asli yang diusir oleh para pendeta Kristen.
Pandangan Ilmiah tentang kesurupan ?
Kesurupan yang terjadi dan dihubungkan dengan fenomena gaib, banyak disangkal oleh penelitian medis dan ilmiah.
Sebenarnya, dalam mata medis, kemasukan hantu atau roh jahat tergolong suatu penyakit mental dan bukan menjadi bagian dari hal-hal yang mistis.
Kesurupan menurut medis disebut possession trance disorder. Pada Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-V (DSM V), kesurupan termasuk dalam kategori Other Specified Dissociative Disorder.
Kondisi mental pada kategori ini ditandai dengan hilangnya kesadaran akan lingkungan sekitar sehingga seseorang tidak responsif atau tidak peka terhadap rangsangan lingkungan.
Ketidakmampuan untuk merespons rangsangan lingkungan ini bisa disertai hal-hal kecil yang sering tidak disadari atau tidak bisa dikendalikan, seperti gerakan hingga kelumpuhan sementara.
Kondisi kesurupan yang tidak disengaja atau tidak diinginkan bukanlah hal normal yang dapat diterima sebagai bagian dari kultur atau praktik keagamaan
Sementara dalam International Classification of Diseases 11th (ICD 11), gangguan kesurupan (possession trance disorder) ditandai dengan perubahan kesadaran pada individu.
Identitas individu tersebut kemudian tergantikan oleh identitas kepemilikan eksternal sehingga perilaku individu tersebut dikendalikan oleh hal di luar kesadaran dirinya.
Kondisi kesurupan bisa berulang atau hanya terjadi dalam satu episode yang mungkin berlangsung selama beberapa hari.
Tidak ada gejala khusus selama gangguan ini terjadi. Kesurupan juga kerap kali tidak dapat dijelaskan dengan gangguan mental, gangguan perilaku, atau gangguan saraf lain.
Gejala yang timbul biasanya bukan disebabkan oleh zat atau obat tertentu yang memengaruhi sistem saraf pusat.
Kondisi ini pun tidak disebabkan oleh gejala putus obat, keadaan setengah sadar saat bangun atau mau tidur, penyakit sistem saraf, atau gangguan tidur.
Pada kasus tertentu, hal ini berisiko menimbulkan gangguan signifikan terhadap fungsi pribadi, keluarga, sosial, pendidikan, dan pekerjaan. (sbn)
REFERRNSI: Wikipedia, Hello Sehat, Neocritic
Editor : Gunawan.