Radarsampit.jawapos.com – Mayat-mayat berserakan di Gunung Everest namun untuk evakuasi resikonya sangat berbahaya dan mahal untuk menurunkannya.
Demikian petikan laporan BBC di Tahun 2023. Ketika orang meninggal di Everest, akan sulit untuk mengeluarkan jasad mereka.
Pemulangan terakhir menghabiskan biaya puluhan ribu dolar (dalam beberapa kasus, sekitar $70.000) dan juga dapat berakibat fatal.
Bahkan, dua pendaki Nepal meninggal saat mencoba mengeluarkan jasad dari Everest pada tahun 1984. Hal itulah yang membuat banyak pertimbangan untuk evakuasi jenazah.
Sementara itu, dari berbagai sumber disebutkan sudah lebih dari 310 orang tewas saat mendaki Everest sejak eksplorasi pertama kali dimulai pada awal tahun 1900-an.
Rata-rata, enam orang meninggal saat mendaki puncak tertinggi di dunia setiap tahun.
Tahun 2015 merupakan tahun paling mematikan di gunung tersebut dalam sejarah terkini, saat itu longsor menewaskan 19 orang.
Musim pendakian pada tahun 2023 hampir mencapai rekor tersebut dengan sedikitnya 12 kematian dan lima pendaki lainnya hilang dan diduga meninggal.
Itu juga merupakan tahun dengan kepadatan pendaki terbanyak di gunung tersebut.
Korban tidak hanya dari para pendaki namun juga termasuk para sherpa yang mendampingi pendaki.
Bahkan, pada April 2023 tiga sherpa Nepal tewas saat mencoba memasang tali pendakian untuk pendaki lain. (sbn)
REFERENSI: BBC, National Geographic, Wikipedia, Reuters
Editor : Gunawan.