Radarsampit.jawapos.com – Anda boleh memiliki warna mobil apa pun yang Anda inginkan di Turkmenistan, asalkan warnanya putih.
Cukup aneh aturan itu terdengar. Namun, begitulah kenyataan di Turkmenistan.
Jika bertandang ke Ashgabat, Ibukota Turkmeistan, kita akan merasakan keekstriman luar biasa, yang berbeda dengan kota lain di dunia.
Negara yang terisolasi di daratan Asia Tengah, berubah total menjadi sangat unik di tengah kediktatoran Presiden Gurbanguly Berdymukhamedov.
Turkmenistan berubah drastis menjadi serba putih, hanya karena sang presiden suka warna putih.
Dengan menghabiskan miliaran dolar untuk merombak ibu kotanya, Ashgabat, menjadi sebuah bangunan-bangunan putih berkilau yang terbuat dari marmer.
Negara gurun yang kaya akan gas ini mengatakan bahwa pengeluaran besar-besaran telah menghasilkan 8 miliar Dollar AS dalam investasi internasional dan 1,9 miliar Dollar AS dari dana sendiri sejak memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada tahun 1991.
Dana yang besar itu tentu saja untuk mendukung proyek serba putih.
Tidak hanya pada sebagian besar bangunan, pemerintah telah menangguhkan impor mobil berwarna hitam, biru tua, dan merah, dan meminta eksportir untuk mengirimkan mobil berwarna putih.
Mobil yang ada mungkin juga akan menjalani perawatan pemutihan.
Polisi telah diperintahkan untuk tidak memberikan sertifikat inspeksi tahunan yang diwajibkan kepada mereka yang mengendarai mobil dengan warna terlarang, meskipun petugas polisi kedua membantahnya.
Pengecatan ulang mobil membutuhkan biaya 800 Dollar AS lebih di Turkmenistan.
Warna putih sendiri telah lama menjadi ciri kultus kepribadian Presiden Gurbanguly Berdymukhammedov yang dibangun dengan cermat.
Mantan dokter gigi ini menghiasi ibu kotanya, Ashgabat, dengan marmer putih, menunggangi kuda jantan putih, dan tampil dengan pakaian putih di tengah karpet putih dan rangkaian bunga putih. Dia suka warna putih. (sbn)
REFERENSI: Hurriyet Daily, India Times, BBC
Editor : Gunawan.