Radarsampit.jawapos.com – Megatsunami disebut terjadi pada16 September 2023 di Dickson Fjord, Greenland.
Beruntung, Pulau Greenland yang dingin merupakan daerah jarang penduduk, sehingga kerusakan tidak terlalu berpengaruh dan mengenai daerah tak berpenduduk.
Selain topografi garis pantai Greenland yang berbentuk fjord (tebing curam) mengakibatkan gelombang laut lebih minimal yang naik ke daratan.
Sebenarnya apa itu Megatsunami? Hal yang serupa pernah terjadi di tahun 2004, di Samudera Hindia, Perairan Barat Aceh, Indonesia.
Namun, peristiwa alam tersebut masih dikategorikan tsunami biasa. Masih belum disebut sebagai megatsunami.
Megatsunami adalah tsunami yang mencapai ketinggian lebih dari 100 meter.
Selain beberapa tsunami besar di Alaska yang mencapai tinggi 520 meter, megatsunami terakhir yang melanda wilayah berpenduduk diduga terjadi sekitar 4.000 tahun yang lalu.
Bahkan, menurut para ahli, gelombang seismiknya bisa terasa di seluruh dunia selama 9 hari.
Menurut para ahli geologi, megatsunami biasanya disebabkan oleh tanah runtuh yang sangat besar, seperti runtuhnya sebuah pulau, ke laut, letusan gunung berapi seperti contohnya letusan Gunung Krakatau, atau tumbukan sebuah meteor besar.
Megatsunami dapat naik hingga ratusan meter, dengan kecepatan 890 kilometer per jam dan dapat menerjang daratan hingga sejauh 20 km.
Di tengah lautan dalam, megatsunami hampir tidak dapat dirasakan.
Permukaan laut hanya naik vertikal sekitar satu meter, dengan wilayah yang sangat luas, hingga ratusan kilometer.
Saat tsunami mencapai laut dangkal, gelombangnya hanya terlihat sekitar 30 cm.
Namun, ketika mencapai daratan, gelombang tsunami meninggi secara drastis.
Tsunami di Banda Aceh hampir dapat dikategorikan megatsunami karana jumlah korban jiwa yang sangat besar (200.000 orang) dan mencapai negara-negara jiran seperti: Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka dan Bangladesh.
Untuk megatsunami terakhir di Greenlang, dipicu longsor yang disebabkan oleh mencairnya gletser di dasar gunung setinggi 4.000 kaki.
Penipisan gletser membuat gunung itu tidak stabil, sehingga runtuh ke dalam fjord. (sbn)
REFERENSI: Scitech Daily, Wikipedia, O Globo
Editor : Gunawan.