Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Inilah Penyebab Bau Vagina Berbeda saat Ovulasi dan Kaitannya dengan Kesehatan Reproduksi

Slamet Harmoko • Kamis, 5 Desember 2024 | 05:55 WIB
Ilustrasi organ reproduksi perempuan (AI/net)
Ilustrasi organ reproduksi perempuan (AI/net)

Radarsampit.jawapos.com - Ovulasi adalah salah satu fase penting dalam siklus menstruasi, terutama bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan.

Proses ini akan terjadi sekitar 12–14 hari sebelum menstruasi berikutnya, ditandai oleh sejumlah perubahan pada tubuh, termasuk perubahan aroma vagina. Apa yang menyebabkan perubahan ini, dan kapan harus waspada?

 

Penyebab Perubahan Aroma Saat Ovulasi

Perubahan aroma vagina selama ovulasi disebabkan oleh peningkatan hormon estrogen. Estrogen memicu produksi glikogen, yang membantu menjaga keseimbangan pH vagina.

Selain itu, hormon ini meningkatkan produksi lendir serviks yang mendukung pergerakan dan ketahanan sperma.

"Selama ovulasi, lendir serviks menjadi lebih ramah terhadap sperma, memungkinkan mereka bertahan hingga 48–72 jam di rahim," jelas Dr. Alan Lindemann, pakar kesehatan reproduksi, seperti dikutip dari Romper.

Lendir serviks pada masa subur biasanya berwarna jernih atau putih keruh, dengan aroma yang bisa terasa sedikit manis akibat keasaman vagina. Namun, tidak semua perempuan mengalami perubahan ini dengan cara yang sama.

Hubungan antara Lendir dan Bau Vagina

Lendir vagina berubah selama siklus menstruasi, begitu pula aromanya. Menurut Dr. Molly O’Shea, lendir di awal siklus cenderung lebih cair dan memiliki sedikit bau. Setelah ovulasi, lendir menjadi lebih kental dan aromanya menyerupai cuka.

Namun, jika aroma vagina terasa menyengat atau amis, hal ini bisa menandakan adanya infeksi atau kondisi kesehatan lain.

"Vagina yang sehat tidak seharusnya berbau terlalu menyengat atau amis seperti ikan," kata Lauren Streicher, seorang profesor kebidanan dan ginekologi klinis di Northwestern University.

Bau menyengat sering dikaitkan dengan infeksi bakteri, vaginitis, atau faktor lain seperti keringat berlebih.

Jika kondisi ini terjadi, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penanganan yang tepat.

Perubahan Tubuh Lainnya Saat Ovulasi

Ovulasi tidak hanya memengaruhi lendir serviks dan aroma vagina, tetapi juga membawa perubahan menarik pada tubuh perempuan. Penelitian dari Universitas California menunjukkan bahwa nada suara perempuan menjadi lebih tinggi selama ovulasi.

Bahkan, penelitian dari Universitas New Mexico mengungkap bahwa penari di klub mendapatkan lebih banyak tip saat mereka menari selama masa ovulasi.

Selain itu, studi dari Association for Psychological Science menemukan bahwa laki-laki yang mencium aroma kaus perempuan yang sedang berovulasi menunjukkan peningkatan kadar testosteron. Hal ini menunjukkan bagaimana ovulasi memengaruhi daya tarik secara biologis.

Kapan Harus Waspada?

Meskipun perubahan aroma vagina selama ovulasi adalah hal normal, Anda perlu waspada jika aroma terlalu menyengat atau tidak biasa. Segera konsultasikan dengan dokter untuk memastikan kesehatan reproduksi tetap terjaga. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#perempuan #ovulasi #program hamil #bau vagina #vagina #kesehatan reproduksi