Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Mau Usia Lambat Menua, Hidup di Luar Angkasa seperti Astronot Bisa Jadi Jawabannya

Sabrianoor • Minggu, 15 September 2024 | 15:56 WIB
NOL GRAVITASI: Salah satu astronot di stasiun antariksa.
NOL GRAVITASI: Salah satu astronot di stasiun antariksa.

Kemajuan teknologi telah membuat pencapaian manusia tak hanya apa yang ada di bumi, namun telah menembus dimensi lain yaitu ruang angka.

Perputaran Zaman juga telah membuat manusia semakin banyak berinteraksi dengan ruang angkasa, salah satu halnya adalah satelit luar angkasa untuk keperluan komunikasi jarak jauh  serta keperluan ilmiah lainnya.

Luar angkasa sendiri adalah tempat yang memiliki hukum fisika yang berbeda dengan Bumi.

Misalnya, gravitasi memiliki pengaruh yang jauh lebih kecil di luar angkasa di luar atmosfer dan tarikan gravitasi Bumi.

Aspek kehidupan lain yang berubah drastis di luar angkasa adalah waktu.

Dilatasi Waktu, Gravitasi, dan Kecepatan

Dilatasi waktu merupakan istilah ilmiah untuk perubahan dalam perjalanan waktu yang terjadi di tengah angkasa.

Salah satu bukti pengaruh dilatasi waktu di luar angkasa adalah bahwa stasiun luar angkasa internasional memiliki jam yang sedikit lebih lambat daripada jam di bumi.

Diketahui, di luar angkasa manusia menua sedikit lebih lambat.

Astronot menua 0,007 detik lebih lambat daripada rekan-rekan mereka di Bumi untuk setiap setengah jam yang mereka habiskan di luar angkasa.

Dilatasi waktu sendiri merupakan konsep yang menakjubkan yang muncul dalam Teori Relativitas Einstein.

Teori Relativitas sendiri adalah kerangka konseptual yang dikembangkan oleh fisikawan Albert Einstein pada awal abad ke-20.

Terdapat dua cabang utama dari teori ini, yaitu relativitas khusus dan relativitas umum.

Einstein sendiri memasukkan waktu sebagai relativitas khusus, dan waktu bukanlah konsep yang absolut dan universal.

Sehingga waktu disuatu tempat mungkin berbeda tergantung gravitasi apalagi di ruang angkasa yang minim gravitasi dan kecepatan.

Hal ini diibaratkan dengan posisi seseorang dalam medan gravitasi dan dimensi kecepatan yang berbeda akan memengaruhi perjalanan waktu.

Penyebab Dilatasi Waktu

Dalam Teori Relativitas Khusus Einstein dan hubungannya dengan dilatasi waktu menjelaskan, ketika suatu benda bergerak lebih cepat, waktu yang dibutuhkan benda tersebut akan melambat dibandingkan pengamat yang diam.

Dua faktor yang mempengaruhi adalah gravitasi dan kecepatan.

Bumi memiliki gravitasi jauh lebih besar dan kecepatan menjadi lebih lambat oleh gaya  gravitasi tersebut. Hal ini akan membuat sesuatu berjalan sangat cepat.

Hal yang sebaliknya terjadi di luar angkasa, dengan gravitasi yang hampir nihil serta kecepatan saat di luar angkasa, membuat manusia yang terbiasa hidup di bumi akan merasa semuanya berjalan lebih lambat.

Kesimpulan

Pengaruh gravitasi dan kecepatan telah membuat dimensi waktu berubah.

Secara subyektif manusia di luar angkasa akan merasa lebih lambat namun ketika telah kembali ke bumi hal-hal akan terasa berlalu lebih cepat.

Astronot yang melakukan perjalanan dengan kecepatan tinggi untuk mengelilingi Bumi mengalami pelebaran waktu seperti ini.

Imbasnya, dibandingkan manusia di Bumi, penuaan yang dialami para astronot di luar angkasa sana sedikit lebih lambat.

Bisa dibilang seseorang kembar yang satu hidup di bumi dan satu menghabiskan sebagian waktunya di luar angkasa akan terlihat perbedaannya dari segi penuaan fisik.

Meskipun di rentang usia yang sama, semakin lama si kembar menghabiskan waktu di luar angkasa, maka perbedaannya akan semakin kentara. (sbn)

Referensi: NASA, Harald, Wikipedia

Editor : Gunawan.
#waktu #luar angkasa #Usia #astronot