Seorang ahli bioteknologi dan produser film Hashem Al-Ghaili memberikan sebuah konsep tentang rekayasa bagaimana sebuah simulasi fasilitas rahim buatan pertama di dunia yang disebut dengan Ectolife.
Dalam unggahan channel youtubenya, "Ectolife: The World's First Artificial Womb Facility", Hashem memvisualisasikan bagaimana permodelan fasilitas rahim buatan pertama di dunia.
Dalam konsepnya, Ectolife yang didasari oleh bioteknologi dan kecerdasan buatan (AI) ini menawarkan kepada calon orang tua sebagai alternatif selain mengandung dengan mengandung janin selama 9 bulan dan melahirkan secara alami.
Pasangan hanya diminta untuk menekan tombol yang "melahirkan" anak mereka yang ada di dalam inkubator.
EctoLife oleh Hashem Al-Ghaili berkembang sebagai fasilitas besar yang terinspirasi dari fiksi ilmiah dengan 75 laboratorium canggih.
Masing-masing menampung hingga 400 pod pertumbuhan atau rahim buatan yang meniru kondisi persis yang ditemukan di dalam rahim wanita.
Satu fasilitas dapat mengerami 30 ribu bayi yang tumbuh di laboratorium setahun dalam lingkungan bebas infeksi.
Semua pod pertumbuhan dilengkapi dengan sensor yang memantau tanda-tanda vital seperti detak jantung, saturasi oksigenasi, suhu, pernapasan, dan tekanan darah.
Sementara itu, sistem AI memantau fitur fisik dan mendeteksi potensi kelainan genetik.
Untuk memastikan dan mendukung pertumbuhan yang sehat, bayi 'dipelihara' secara stabil dan berkelanjutan oleh dua bioreaktor sentral.
Bioreaktor pertama memompa nutrisi, hormon vital, antibodi, faktor pertumbuhan, oksigen, dan cairan ketuban ke dalam tubuh anak melalui tali pusar buatan.
Dengan sistem yang dikendalikan AI, bayi menerima ”nutrisi” khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.'
Bioreaktor kedua menerima dan mendaur ulang produk limbah bayi yang dikeluarkan melalui tali pusar.
Setiap rahim buatan atau pod pertumbuhan dilengkapi dengan layar yang menampilkan tanda-tanda vital secara real-time.
Data dikirim ke ponsel orang tua untuk melacak kesehatan bayi mereka dari jarak jauh.
Melalui aplikasi tersebut, orang tua dapat menikmati tampilan langsung beresolusi tinggi dari setiap tahap perkembangan.
Setiap rahim buatan juga dilengkapi dengan speaker internal yang memutar musik atau mengirimkan suara orang tua ke anak yang 'belum lahir'.
Kamera 360 yang terhubung ke headset VR orang tua, memungkinkan mereka untuk melihat dan mendengar semua yang dirasakan bayi.
Seluruh sistem pengoperasian di Ectolife berjalan pada energi terbarukan, khususnya tenaga surya dan angin.
Ini memastikan tidak ada pemadaman listrik agar kelangsungan hidup bayi di dalam rahim buatan terus berjalan sebagaimana mestinya.
Karakteristik Fisik Bayi Bisa Dikustomisasi
Di EctoLife, bayi dikandung melalui Fertilisasi In Vitro (IVF), yang memungkinkan orang tua untuk bebas ' menciptakan dan memilih embrio yang paling layak dan unggul secara genetik, sehingga bayi bisa berkembang tanpa hambatan biologis apa pun.
Orang tua juga memiliki kebebasan untuk mengubah lebih dari 300 gen sebelum menanamkan embrio ke dalam rahim buatan.
Dari memilih warna rambut dan mata hingga tinggi badan, tingkat kecerdasan, dan warna kulit, fitur pilih-dan-pilih ini dilakukan berkat alat penyuntingan gen CRISPR-Cas 9.
Setelah melalui masa tertentu, bayi di dalam rahim buatan akan memasuki tahap yang disebut kelahiran.
Hanya dengan menekan sebuah tombol, cairan layaknya ketuban akan merembes keluar dari pod dan inkubator akan terbuka sehingga bayi bisa diambil orangtua mereka. (rm-107)
Editor : Gunawan.