Jangan pernah bermain perasaan dengan wanita, karena wanita jauh lebih cerdik dalam hal kecerdasan emosi dibanding laki-laki.
Makhluk dengan fisik yang terlihat lebih lemah ini, sebenarnya memainkan magnet perhatian laki-laki.
Tak jarang mengapa wanita ingin selalu tampil cantik di depan lawan jenis ,agar mereka bisa fokus kepadanya dan punya ketertarikan.
Ketika laki-laki sudah masuk ke dalam perangkap maka wanita akan sangat mudah mengontrol perasaan laki-laki baik untuk sekedar mengujinya ataupun untuk menjadikan laki-laki lain sebagai alternatif cadangan tanpa terdeteksi oleh pikiran laki-laki.
Wanita bisa menangis palsu yang terlihat alami ataupun bahagia palsu,yang akan membuat mood laki-laki kewalahan mentalnya.
Seorang wanita juga bisa mengetahui mood pasangannya hanya dari cara ia membuka pintu atau seorang ibu yang tahu anaknya berbohong hanya dari sedikit perubahan nada suara.
Dilansir dari Jurnal Psikolog Quira, salah seorang pakar psikologis, Devan Alhon menunjukkan hasil penelitian yang menyimpulkan bahwa otak wanita memang diprogram untuk lebih peka terhadap nuansa emosional.
Hal ini didasari dari faktor neurologis dan evolusioner yang kuat ,wanita lebih mudah membaca emosi dan komunikasi non-verbal.
Korelasi ini dihubungkan dengan struktur otak wanita memiliki area yang lebih besar dan lebih aktif di bagian yang terkait dengan pemrosesan emosi, terutama di korteks prefrontal dan sistem limbik.
Ini berarti wanita secara harfiah "melihat" lebih banyak detail emosional daripada pria.
Mereka bisa mendeteksi perubahan mikroekspresi wajah yang bahkan tidak disadari oleh si pembuat ekspresi itu sendiri!
Wanita juga memiliki neuron cermin yang lebih aktif sebagai sel otak yang mampu meniru apa yang diihat pada orang lain.
Pada wanita, sistem ini bekerja maksimal, membuat mereka lebih mudah merasakan apa yang orang lain rasakan.
Kemampuan ini bukan hanya kebetulan evolusi. Para ahli berpendapat bahwa ini berkembang sebagai mekanisme bertahan hidup.
Di masa lalu, ketika wanita berperan sebagai pengasuh utama, kemampuan untuk membaca gerak bayi yang belum bisa berbicara adalah hal krusial.
Wanita bisa mendeteksi ketidaknyamanan atau bahaya pada bayinya dengan cepat sehingha memiliki peluang lebih besar untuk membesarkan anak yang sehat.
Namun, seperti segala hal dalam psikologi, ini adalah pisau bermata dua. Di satu sisi, kemampuan ini membuat wanita menjadi komunikator dan pemimpin yang sangat efektif.
Mereka bisa mendeteksi ketidaknyamanan dalam tim dan mengatasi masalah sebelum meledak,selain itu mereka sering menjadi pendengar yang lebih baik dan bisa memberikan dukungan emosional yang lebih tepat sasaran.
Di sisi lain, kepekaan emosional yang tinggi ini juga bisa menjadi beban. Wanita lebih rentan terhadap kecemasan dan depresi, karena mereka mudah menyerap emosi negatif di sekitar dengan lebih mudah.
Kadang bisa menciptakan kesalahpahaman dalam hubungan, terutama dengan laki-laki.
Seorang wanita mungkin menganggap pasangannya tidak peka karena tidak menangkap sinyal non-verbal yang baginya sangat jelas.
Padahal, di satu sisi si pria mungkin merasa bingung karena dianggap tidak perhatian. (rm-107)
Editor : Gunawan.