Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kucing Jalanan Bisa Jadi Wisata Menarik, Begini Cara Turki Melakukannya

Gunawan. • Jumat, 26 Juli 2024 | 14:12 WIB

TERAWAT: Kucing jalanan di Turki yang dirawat dengan baik.
TERAWAT: Kucing jalanan di Turki yang dirawat dengan baik.
 

Sesosok makhluk berbulu abu-abu dengan santainya rebahan di atas bagian pagar RSUD Kota Kuala Kapuas. Seakan-akan tidak menghiraukan keramaian manusia beraktivitas di sekitarnya.

Bagi pencinta hewan, khususnya kucing, siapa yang tidak gemas dengan tingkah laku "si uyik " tersebut. Pasti rasanya ingin mengelus, bermain, bahkan mencubit kelakuan manjanya.

Sayangnya, perhatian terhadap kucing-kucing jalanan masih belum menyentuh lapisan masyarakat hingga pemerintah.

Bahkan, tidak sedikit masyarakat kurang menyukai anabul ini. Tak jarang juga yang memukul dan mengusir mereka.

Seringkali masih ada stigma negatif, bahwa kucing hanya menghabiskan lauk, buang kotoran sembarangan, dan lain sebagainya.

Beda halnya dengan negara yang satu ini, yaitu Turki. Lebih khusus lagi di Kota Istanbul. Bagaimana pemerintah di sana bisa " memanusiakan" kucing-kucing jalanan, sehingga bisa hidup layak dan malah hal tersebut menjadi alasan bagi wisatawan untuk melancong ke kota lintas benua tersebut, selain sebagai situs sejarah.

Dilansir dari The New York Times, pada tahun 2019 diperkirakan jumlah kucing jalanan di Istanbul, Turki sebanyak 125.000 ekor.

Mereka berkeliaran bebas di jalan, di taman, di sekolah, kantor pemerintahan, dan hampir di semua tempat. Tak terkecuali Masjid Hagia Sofia.

Atas hal tersebut, seorang warga Indonesia tertarik untuk menimba ilmu dan membuktikan langsung kehidupan kucing-kucing jalanan di Turki.

Melalui video yang diunggah di channel Youtubenya @Ahmed Stevan, ia berjalan menyusuri Kota Istanbul. Sambil membawa satu tas penuh makanan kucing. 

Setiap lorong jalan dan taman yang ia lewati benar-benar dipenuhi kucing jalanan ( Ras Anggora).

Beberapa minggu di Istanbul, ia memperkirakan bahwa jumlah kucing-kucing jalanan di sana sangat banyak. Bahkan lebih banyak dari data perkiraan The New York Times.

Dalam unggahan video tersebut, kucing jalanan sangat diperhatikan, baik oleh masyarakat maupun pemerintah Turki.

Di setiap sudut, disiapkan tempat tinggal khusus kucing jalanan. Makanan selalu tersedia, baik dari warga langsung maupun pemerintah.

Setiap waktu khusus, kucing-kucing jalanan diperiksa kesehatannya oleh petugas kesehatan. Jika sakit, akan segera dirawat, lalu dilepaskan lagi tatkala sehat.

Kucing-kucing jalanan di Istanbul memang nampak sehat-sehat dan berisi. Dengan leluasanya para anabul tersebut ada yang tidur di taman, kantor, sekolah, bahkan bermain.

Tak jarang pula bersandar manja dengan warga, ikut berbaur sambil dielus-elus hingga tertidur.

Warga Turki memang sangat menyayangi kucing sudah berabad-abad lamanya. Dari zaman Kesultanan Ottoman hingga menjadi negara sekuler, kucing dianggap sangat berjasa oleh pemerintah, karena menjaga wilayah dari wabah tikus. 

Di samping itu, orang-orang alim pada masa Kesultanan Ottoman rata-rata memelihara kucing.

Anabul dianggap sebagai binatang yang suci dan dipercaya merupakan hewan yang disayang para Nabi Muhammad SAW. 

Kucing di Turki telah menyatu dan dianggap sebagai simbol negara. Bahkan pemerintahnya telah menetapkan aturan kepada siapa saja yang melakukan kekerasan pada kucing,siap-siap mendekam di penjara.

Setiap aksi kekerasan terhadap anabul akan menyakitkan hati masyarakat Turki yang sebagian besar pencinta kucing.

Tingginya populasi kucing di Turki bukan tanpa risiko. Pemerintah Turki memang telah mewaspadai adanya penyakit menular, sehingga pemerintah akan siaga memeriksa kesehatan para kucing jalanan secara rutin dan memberikan vaksin.

Segala hal yang menjaga kelangsungan hidup kucing-kucing jalanan di Turki akan terus diupayakan pemerintah di sana.

Dari beberapa referensi yang dihimpun, selain Turki, masih ada juga negara yang memperlakukan kucing-kucing dengan kasih sayang oleh warga dan pemerintahnya diantaranya Jepang,Yunani dan Taiwan.

Namun, khusus untuk Turki, pemerintahnya telah mengeluarkan undang-undang khusus yang berupaya melindungi anabul menggemaskan ini.

Cara bagaimana Pemerintah Turki yang memperhatikan kucing-kucing jalanan di sana patut dicontoh oleh pemerintah di Indonesia.

Pemerintah bisa studi tentang pengelolaannya. Hal itu juga sekaligus meningkatkan kepekaan terhadap sesama ciptaan Tuhan.

Di samping juga akan meningkatkan daya tarik wisatawan khususnya "catlover". (Sabrianoor, Wartawan Radar Sampit di Kuala Kapuas)

 

Editor : Gunawan.
#wisata #turki #kucing jalanan