Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Bukan Sekadar Kudapan, Ini 6 Makna Lumpia dalam Perayaan Imlek

Slamet Harmoko • Jumat, 30 Januari 2026 | 11:14 WIB
Egg roll or Fried Spring Rolls on the white plate Thai food. Selective focus.
Egg roll or Fried Spring Rolls on the white plate Thai food. Selective focus.

Radarsampit.jawapos.com - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan suasana hangat dan kebersamaan keluarga. Di balik hiasan serba merah, cahaya lilin, serta doa-doa baik yang dipanjatkan, meja makan menjadi pusat perhatian dalam perayaan ini.

Bukan tanpa alasan. Hidangan yang tersaji saat Imlek dipercaya memiliki makna simbolis yang merepresentasikan harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru. Salah satu makanan yang hampir selalu hadir di meja perayaan adalah lumpia.

Kudapan gurih ini bukan sekadar pelengkap menu, melainkan menyimpan filosofi mendalam yang diwariskan secara turun-temurun. Berikut enam makna lumpia dalam perayaan Tahun Baru Imlek.

1. Simbol Kemakmuran dan Kekayaan
Lumpia goreng dengan warna keemasan kerap disamakan dengan batangan emas. Bentuknya yang panjang dan berkilau setelah digoreng melambangkan kemakmuran serta harapan akan rezeki yang berlimpah di tahun yang baru.

2. Harapan Rezeki yang Terus Mengalir
Bentuk lumpia yang memanjang dipercaya sebagai simbol aliran rezeki yang tidak terputus. Menyajikan lumpia saat Imlek menjadi doa agar keberuntungan dan peluang baik terus mengalir sepanjang tahun tanpa hambatan.

3. Lambang Persatuan Keluarga
Kulit lumpia yang membungkus beragam isian di dalamnya menyiratkan makna kebersamaan. Berbagai bahan yang berbeda tetap bersatu dalam satu balutan, mencerminkan keharmonisan anggota keluarga dengan karakter yang beragam namun tetap satu kesatuan.

4. Representasi Keseimbangan dan Harmoni
Isian lumpia biasanya terdiri dari perpaduan sayuran, daging, dan bumbu yang seimbang. Dalam filosofi Tionghoa, hal ini merepresentasikan prinsip Yin dan Yang, keseimbangan dua unsur yang saling melengkapi. Harmoni rasa ini diharapkan tercermin pula dalam kehidupan sehari-hari.

5. Tradisi Kuliner Turun-temurun
Lumpia juga menjadi simbol warisan budaya. Proses pembuatannya sering melibatkan seluruh anggota keluarga, dari menyiapkan isian hingga menggulung kulit lumpia. Momen ini menjadi sarana mewariskan nilai kebersamaan, kesabaran, dan tradisi dari generasi ke generasi.

6. Doa untuk Tahun Baru yang Lebih Baik
Secara keseluruhan, lumpia di meja Imlek menjadi simbol doa akan kesehatan, kebahagiaan, dan keberuntungan. Menikmatinya bersama keluarga dipercaya membawa energi positif serta semangat baru dalam menyambut tahun yang akan datang.

Lebih dari sekadar makanan, lumpia adalah simbol harapan. Dari bentuk, warna, hingga cara penyajiannya, semua mengandung makna tentang kelimpahan dan keharmonisan hidup.

Di tengah gaya hidup modern, kehadiran lumpia di meja Imlek tetap menjadi pengingat bahwa tradisi kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang nilai, doa, dan ikatan keluarga yang terus dirawat dari masa ke masa. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#Tahun Kuda Api 2026 #kuda api #lumpia #imlek