Radarsampit.jawapos.com – Banyak orang mengeluh masih merasakan tubuh seperti bergoyang atau kepala terasa ringan meski sakit kepala sudah mereda.
Kondisi ini sering membuat khawatir, karena seolah-olah tubuh kehilangan keseimbangan.
Dokter menjelaskan, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan rasa "goyang" atau melayang setelah sakit kepala:
Pemulihan Aliran Darah ke Otak
Saat sakit kepala, terutama migrain atau tegang, pembuluh darah di kepala bisa menyempit atau melebar.
Setelah nyeri mereda, tubuh membutuhkan waktu untuk menstabilkan kembali aliran darah. Proses ini bisa menimbulkan sensasi berputar atau tidak seimbang.
Pengaruh Sistem Vestibular
Sistem vestibular di telinga dalam berfungsi menjaga keseimbangan. Jika sakit kepala disertai pusing atau vertigo, maka sistem ini bisa ikut terganggu. Wajar jika setelah sakit kepala reda, tubuh masih terasa seperti oleng.
Kurang Cairan dan Istirahat
Dehidrasi atau kurang tidur bisa memperburuk sakit kepala. Setelah itu mereda, tubuh tetap membutuhkan waktu untuk mengembalikan energi dan cairan, sehingga gejala "bergoyang" bisa bertahan beberapa jam.
Efek Obat Pereda Nyeri
Obat sakit kepala tertentu memiliki efek samping seperti kantuk, ringan kepala, atau pusing ringan. Inilah yang membuat sebagian orang masih merasa tidak stabil meski sakit kepala sudah hilang.
Kapan Harus Waspada?
Meski umumnya tidak berbahaya, rasa bergoyang setelah sakit kepala perlu diwaspadai bila disertai gejala berikut:
- Pandangan ganda atau kabur
- Mual muntah hebat
- Sulit berbicara atau kelemahan pada anggota tubuh
- Hilang kesadaran mendadak
- Jika gejala tersebut muncul, segera periksa ke dokter karena bisa mengarah pada kondisi serius seperti gangguan saraf atau stroke.
Tips Agar Cepat Pulih
- Minum cukup air putih
- Istirahat di ruangan tenang
- Lakukan peregangan ringan
- Hindari menatap layar terlalu lama
- Konsumsi makanan bergizi seimbang
Dengan menjaga pola hidup sehat, gejala sisa setelah sakit kepala biasanya akan mereda dengan sendirinya. (*)
Editor : Slamet Harmoko