Radarsampit.jawapos.com – Setiap tanggal 28 Juli, dunia memperingati Hari Hepatitis Sedunia. Bukan sekadar rutinitas kalender, tapi ini adalah momentum global untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit yang dijuluki silent killer ini.
Tanggal ini dipilih untuk menghormati kelahiran Dr. Baruch Samuel Blumberg, ilmuwan peraih Nobel yang menemukan virus hepatitis B dan mengembangkan vaksin pertamanya.
Karyanya telah menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia.
Tahun 2025 ini, peringatan Hari Hepatitis Sedunia mengusung tema "One Life, One Liver" menekankan bahwa setiap orang hanya memiliki satu hati, dan satu kesempatan untuk menjaga kesehatannya.
Penyakit hepatitis sendiri menyerang hati, organ vital yang bekerja nonstop menyaring racun, menyimpan energi, dan membantu pencernaan.
Sayangnya, banyak penderita hepatitis tidak menyadari telah terinfeksi hingga penyakitnya mencapai tahap serius seperti sirosis atau kanker hati.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, lebih dari 350 juta orang di dunia hidup dengan hepatitis kronis, terutama tipe B dan C.
Mirisnya, sekitar 1,1 juta orang meninggal setiap tahun akibat komplikasi hepatitis — angka yang setara dengan kematian akibat HIV/AIDS atau tuberkulosis.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi hepatitis B cukup tinggi, terutama di wilayah timur.
Namun upaya pemerintah melalui imunisasi hepatitis B pada bayi, kampanye skrining, dan penyediaan pengobatan mulai menunjukkan dampak positif.
“Hepatitis bisa dicegah dan diobati. Tapi yang paling penting adalah deteksi dini,” ujar dr. Rahmat
Hidayat, SpPD-KGEH, ahli penyakit hati dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Menurutnya, banyak pasien datang ke rumah sakit saat kondisinya sudah parah.
Peringatan Hari Hepatitis Sedunia menjadi pengingat bahwa menjaga hati bukan hanya urusan kesehatan pribadi, tapi juga bagian dari tanggung jawab sosial.
Edukasi, vaksinasi, dan skrining massal harus terus digencarkan agar Indonesia tidak tertinggal dalam misi global eliminasi hepatitis pada 2030.
Karena pada akhirnya, seperti tema tahun ini: Satu Hati, Satu Kesempatan.
Sumber : World Health Organization (WHO). World Hepatitis Day 2025 Campaign. Kementerian Kesehatan RI. Situasi Hepatitis di Indonesia. CDC. Hepatitis Facts and Prevention. (*)
Editor : Slamet Harmoko