Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jalan Kaki atau Lari, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Usay Nor Rahmad • Jumat, 18 Juli 2025 | 06:59 WIB
TERUS BERLARI: Peserta Radar Sampit Fun Run saat di check point, menerima pita dan suplemen kesehatan yang disediakan panitia. HENY/RADAR SAMPIT
TERUS BERLARI: Peserta Radar Sampit Fun Run saat di check point, menerima pita dan suplemen kesehatan yang disediakan panitia. HENY/RADAR SAMPIT

Radarsampit.jawapos.com – Jalan kaki dan lari adalah dua jenis olahraga paling populer di dunia.

Sama-sama mudah dilakukan, tanpa perlu alat khusus. Namun, mana yang sebenarnya lebih baik untuk kesehatan tubuh dan suasana hati?

Pertanyaan ini ternyata tidak punya jawaban mutlak. Baik jalan kaki maupun lari punya manfaat masing-masing yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi fisik tiap orang.

“Tidak semua orang cocok dengan olahraga intensitas tinggi seperti lari. Sebaliknya, jalan kaki bisa jadi opsi ideal untuk menjaga kebugaran secara konsisten,” kata ahli kebugaran seperti dikutip dari Experience Life.

Lari: Efektif Bakar Kalori, Baik untuk Jantung

Bagi yang ingin menurunkan berat badan atau meningkatkan kebugaran dalam waktu relatif singkat, lari adalah pilihan yang sangat efektif.

Kalori terbakar lebih banyak dalam waktu lebih singkat dibanding jalan kaki.

Tak hanya itu, lari juga memperkuat jantung dan paru-paru, serta meningkatkan VO₂ max kapasitas tubuh dalam menyerap oksigen.

Efek lain yang cukup terkenal adalah runner’s high, sensasi euforia akibat pelepasan endorfin setelah berlari.

“Lari dapat meningkatkan suasana hati secara signifikan, bahkan disebut-sebut membantu meredakan gejala stres dan depresi ringan,” lanjutnya.

Jalan Kaki: Aman untuk Sendi, Konsisten Dilakukan

Meski intensitasnya lebih rendah, jalan kaki tetap memberi dampak positif bagi tubuh. Kegiatan ini tergolong aman bagi persendian dan cocok untuk semua usia terutama bagi mereka yang memiliki riwayat cedera atau masalah lutut.

“Jalan kaki mudah dilakukan kapan saja, bahkan bisa diselipkan dalam rutinitas harian seperti ke kantor, belanja, atau sekadar bersantai di sore hari,” jelasnya.

Beberapa penelitian juga menyebut jalan kaki dapat meningkatkan sirkulasi darah, memperkuat tulang, serta meredakan stres secara alami. Apalagi jika dilakukan di ruang terbuka seperti taman atau kawasan hijau.

Baca Juga: 11 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Kamu Bau Badan, Nomor 3 Sering Dilupakan!

Mana yang Lebih Baik?

Semuanya kembali ke tujuan. Jika Anda ingin membakar kalori lebih banyak dalam waktu singkat, lari bisa jadi pilihan utama.

Tapi jika mencari olahraga yang bisa dilakukan dalam jangka panjang dan minim risiko cedera, jalan kaki jauh lebih disarankan.

Yang terpenting adalah konsistensi. Sebaik apapun jenis olahraga, manfaatnya hanya terasa jika dilakukan secara rutin.

Tips Memaksimalkan Manfaat
- Untuk pemula, mulailah dengan jalan cepat dan tingkatkan ke lari perlahan
- Gunakan sepatu olahraga yang tepat agar tidak cedera
- Pastikan pemanasan dan pendinginan dilakukan setiap sesi
- Dengarkan tubuh jika terasa nyeri, istirahatkan

Lari dan jalan kaki sama-sama baik untuk kesehatan. Tidak perlu membandingkan mana yang lebih unggul, karena keduanya bisa jadi bagian dari rutinitas olahraga Anda.

Yang terpenting adalah menemukan jenis aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi tubuh, nyaman dilakukan, dan bisa dijalani dengan senang hati. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#olahraga #kesehatan #lari #jalan kaki