Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Cegah Separatisme di Papua, Aparat Keamanan Perkuat Pendekatan Humanis

Gunawan. • Senin, 4 November 2024 | 09:25 WIB
Ilustrasi TNI/Polri ajamin keamanan warga.
Ilustrasi TNI/Polri ajamin keamanan warga.

Radarsampit.jawapos.com – Dalam menjaga stabilitas dan keamanan di Papua, aparat keamanan terus memperkuat pendekatan humanis sebagai strategi untuk menangkal gerakan separatis.

Pendekatan ini difokuskan pada metode konstruktif dan dialog yang melibatkan berbagai pihak.

”Penanganan gangguan keamanan di Papua dilakukan dengan pendekatan yang konstruktif dan persuasif," ungkap Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz 2024, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.

Strategi ini dinilai efektif dalam mengatasi tantangan yang dihadapi terkait aktivitas kelompok separatis, seperti Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Brigjen Faizal menekankan bahwa operasi yang dijalankan dalam menghadapi kelompok separatis di Papua lebih mengutamakan pendekatan lunak, dengan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, serta pemimpin masyarakat setempat.

”Pendekatan humanis dilakukan untuk meminimalisir korban jiwa, baik di pihak aparat keamanan maupun masyarakat sipil,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan humanis bukan hanya taktik operasional, tetapi juga langkah moral yang menunjukkan pemahaman aparat terhadap dampak negatif yang bisa ditimbulkan oleh penggunaan kekuatan militer secara berlebihan di Papua.

”Penggunaan pendekatan humanis sangat penting untuk menghindari eskalasi situasi dan menjaga stabilitas keamanan di Papua," tambahnya.

Direktur Eksekutif Human Studies Institute (HSI), Rasminto, juga menyatakan bahwa pendekatan humanis adalah cara yang tepat untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas jangka panjang di wilayah Papua yang sering mengalami konflik.

"Pendekatan ini terbukti lebih efektif dalam mencapai solusi jangka panjang, seperti yang terlihat dalam keberhasilan operasi pembebasan Pilot Susi Air, Capt. Phillips, yang sempat disandera oleh kelompok separatis di Papua," ungkapnya.

Rasminto menambahkan bahwa melibatkan tokoh adat dan masyarakat melalui pemahaman sosial budaya dan peningkatan kesejahteraan adalah kunci dalam membangun kepercayaan dengan masyarakat Papua.

"Memprioritaskan pendekatan yang memahami konteks sosial budaya serta kesejahteraan masyarakat adalah hal penting dalam membangun hubungan kepercayaan dengan masyarakat Papua," jelasnya.

Diharapkan melalui langkah-langkah ini, Papua dapat menjadi wilayah yang lebih aman dan makmur, terhindar dari pengaruh negatif gerakan separatisme.

Pendekatan humanis ini bukan hanya bertujuan untuk menciptakan stabilitas jangka pendek, tetapi juga untuk membangun fondasi yang kuat bagi masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Papua. (*)

Editor : Gunawan.
#separatisme #aparat keamanan #humanis