Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Seruyan Matangkan Arah Pembangunan Sanitasi

M. Rifani Dewantara
Penyerahan Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Seruyan 2026-2030 kepada pihak Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kalimantan Tengah usai kegiatan fasilitasi di Palangka Raya, Rabu (15/4).  (diskominfosandi seruyan)
Penyerahan Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Seruyan 2026-2030 kepada pihak Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kalimantan Tengah usai kegiatan fasilitasi di Palangka Raya, Rabu (15/4).  (diskominfosandi seruyan)

Advertisement

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan mematangkan arah pembangunan sektor sanitasi melalui fasilitasi pemaparan Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) 2026–2030, Rabu (15/4), di Ruang Rapat Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Kalimantan Tengah.

Kegiatan tersebut digelar untuk menyempurnakan dokumen strategi sebagai dasar pembangunan sanitasi yang terpadu dan berkelanjutan di Kabupaten Seruyan.

Advertisement

Pemaparan dipimpin Kepala Bapperida Seruyan, Agung Setiawan. Ia menegaskan bahwa program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) difokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan air limbah domestik serta penguatan tata kelola persampahan.

“Sanitasi bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga sistem berkelanjutan yang berdampak pada kualitas hidup masyarakat,” ujar Agung.

Ia menyampaikan, saat ini Seruyan telah memiliki sejumlah fasilitas pendukung sanitasi, antara lain tempat pemrosesan akhir (TPA), Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), bank sampah, armada pengangkut, serta ratusan tong sampah yang tersebar di berbagai wilayah.

Advertisement

Meski demikian, optimalisasi pemanfaatan fasilitas tersebut masih diperlukan. Karena itu, forum fasilitasi dimanfaatkan untuk menyelaraskan perencanaan dengan pelaksanaan di lapangan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelaksana II Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Kalimantan Tengah, Lorentz Napitupulu, menekankan pentingnya implementasi nyata dari dokumen perencanaan.

“Dokumen ini jangan berhenti di atas kertas. Harus ada tindak lanjut yang terukur dan kolaboratif,” katanya.

Ia juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor agar program sanitasi dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Advertisement
Editor : Heru Prayitno
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kecelakaan Helikopter MI-17 dalam Operasi Pemadaman Karhutla Sisakan Trauma bagi Korban Selamat

Kecelakaan Helikopter MI-17 dalam Operasi Pemadaman Karhutla Sisakan Trauma bagi Korban Selamat

Di balik kecelakaan helikopter MI-17 di Kabupaten Seruyan itu, kisah Gilang menjadi potret perjuangan seorang prajurit melewati masa krit

Helikopter TNI Jatuh, Pemkab Seruyan Kerahkan Kapal BPBD Bantu Evakuasi Korban

Helikopter TNI Jatuh, Pemkab Seruyan Kerahkan Kapal BPBD Bantu Evakuasi Korban

Pemerintah Kabupaten Seruyan turut mengerahkan sumber daya untuk membantu proses evakuasi korban kecelakaan helikopter Mi-17

Kapolda dan Pangdam Turun Langsung ke Lokasi Jatuhnya Helikopter MI-17V5 di Seruyan

Kapolda dan Pangdam Turun Langsung ke Lokasi Jatuhnya Helikopter MI-17V5 di Seruyan

Penanganan kecelakaan helikopter MI-17V5 di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, terus menjadi perhatian pimpinan TNI-Polri

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer