Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Krisis Sanitasi Mengintai Mentaya

Heru Prayitno
Penulis: Heru Prayitno❯
Beberapa kapal sedang sandar di Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Beberapa kapal sedang sandar di Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Advertisement

 

Kepada Yang terhormat, Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur

Ayahanda H. Halikinnor

Advertisement

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Shalom, Om Swastyastu, Namo Buddhaya dan Salam Kebajikan bagi kita semua. 

Tabe Salamat Lingu Nalatai, Salam Sujud Karendem Malempang. Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata, Arus. 

Advertisement

Ayahanda izinkan untuk memperkenalkan diri, saya Siswi SMP Negeri 1 Sampit Karisa Dewi Chrisananta, yang saat ini sedang menempuh pendidikan kelas 8. Puji Tuhan Yang Maha Esa yang atas rahmat-Nya senantiasa memberikan Ayahanda kesehatan dalam memimpin Bumi Habaring Hurung ini. Dari Penataan Terowongan Nur Mentaya hingga peningkatan fasilitas publik yang membuat Sampit semakin membanggakan.

Namun, Ayahanda melalui surat ini izinkan saya mewakili masyarakat untuk menyampaikan sebuah keresahan mengenai kondisi kesehatan lingkungan di sepanjang aliran Sungai Mentaya. Berdasarkan pengamatan saya, masih banyak warga di bantaran sungai yang menggunakan fasilitas jamban yang sudah tidak layak dipakai. Bangunan yang rapuh dan ketiadaan sistem pembuangan yang sehat tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga mencemari air sungai yang menjadi sumber kehidupan kita semua.

Kondisi fasilitas yang kurang memadai ini memaksa warga untuk terus membuang limbah domestik langsung ke sungai. Hal ini sangat mengkhawatirkan, mengingat air sungai tersebut masih digunakan untuk berbagai keperluan harian. Jika sanitasi ini tidak segera dibenahi, maka risiko penyebaran penyakit kulit dan pencemaran air akan semakin meningkat, yang tentu saja akan berdampak pada kualitas kesehatan masyarakat Kotim dimasa depan. Kesehatan adalah hak setiap warga, namun bagi masyarakat dipinggiran sungai, fasilitas buang air yang layak masih menjadi sebuah kemewahan yang sulit digapai.

Sebagai solusi, masyarakat sangat berharap Ayahanda memberikan arahan bagi para pihak yang berwenang seperti Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang), Camat, dan Lurah untuk memberikan bantuan berupa pembangunan jamban komunal yang sehat dan higienis, dengan modifikasi yang lebih modern dan tertutup. Penggunaan kayu yang awet bertahun-tahun, seperti kayu ulin dan memberikan edukasi kepada para warga untuk menjaga fasilitas jamban yang sudah diperbaiki, agar tetap terjaga dengan baik. Sungai Mentaya kita tidak hanya akan terlihat lebih cantik secara estetika, tetapi juga lebih sehat bagi ekosistem dan warga yang tinggal di sana.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Konstruksi Jembatan Patah Perlu Diganti Beton

Konstruksi Jembatan Patah Perlu Diganti Beton

Sebagai Siswa yang sering melintas di jembatan di Jalan Kapten Mulyono atau jembatan patah, saya merasa prihatin melihat kondisi jembatan

Samibus, Transportasi Umum Masa Depan Kotim

Samibus, Transportasi Umum Masa Depan Kotim

inovasi Samibus (Sampit Mini Bus), sebuah moda transportasi umum yang terinspirasi dari Mikrotrans. Transportasi dengan tenaga listrik

Merdeka Sebelum Pukul Lima, Sebuah Ketimpangan Akses di Mentaya Seberang

Merdeka Sebelum Pukul Lima, Sebuah Ketimpangan Akses di Mentaya Seberang

Ketimpangan akses ini pun turut dirasakan oleh anak-anak sekolah di Mentaya Seberang, terutama ketika mereka harus mengikuti kegiatan hingga

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer