SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Program listrik desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada 2026 mengalami penambahan signifikan. Sebelumnya hanya satu desa yang direncanakan mendapatkan akses listrik, kini jumlahnya bertambah menjadi 14 desa.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kotim, Rody Kamislam mengatakan, tambahan tersebut merupakan hasil koordinasi pemerintah daerah dengan pihak terkait sehingga lebih banyak desa dapat masuk dalam program listrik desa tahun 2026.
“Awalnya kita hanya mendapat satu desa untuk program listrik pada 2026, yaitu di wilayah Tumbang Koling. Namun hingga Maret atau April ini kita mendapat tambahan sehingga totalnya menjadi 14 desa,” ujarnya, Kamis (26/3).
Rody menjelaskan, saat ini proses pembangunan jaringan listrik tengah dipersiapkan, termasuk penyelesaian persyaratan administrasi di tingkat pemerintah desa agar pelaksanaan program dapat segera dilakukan.
Menurutnya, dalam proses pembangunan jaringan listrik di beberapa desa, diperlukan koordinasi dengan pihak perusahaan perkebunan apabila jalur jaringan melewati wilayah perkebunan kelapa sawit.
“Jika jalur jaringan listrik melewati wilayah perusahaan, tentu perlu koordinasi karena ada kemungkinan beberapa pohon sawit harus ditebang untuk membuka jalur jaringan,” paparnya.
Rody menegaskan, Pemkab Kotim siap memfasilitasi komunikasi antara pemerintah desa, camat, dan pihak perusahaan agar proses pembangunan jaringan listrik dapat berjalan lancar.
Dijelaskannya pula, program listrik desa tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Palangka Raya. Pemerintah daerah juga telah mengundang seluruh pemerintah desa yang masuk dalam program tersebut untuk membahas kelengkapan administrasi yang diperlukan.
“Semua desa yang masuk dalam program ini sudah kita panggil untuk berdiskusi bersama UP2K Palangka Raya terkait persyaratan administrasi yang harus dipenuhi,” imbuh Rody.
Adapun 14 desa di Kotim yang direncanakan mendapatkan akses listrik pada 2026 yakni Desa Tumbang Batu, Desa Tumbang Getas, Desa Tumbang Torung, Desa Tumbang Tawan, Desa Tumbang Saluang, Desa Tewai Hara, Desa Tumbang Sapia, Desa Lunuk Bagantung, Desa Tumbang Payang, Desa Tumbang Kania, Desa Tumbang Koling, Desa Selucing, Desa Pantap, dan Desa Kapuk.
Rody berharap, pembangunan jaringan listrik dapat segera dilaksanakan setelah seluruh persyaratan terpenuhi sehingga masyarakat di desa-desa tersebut dapat segera menikmati akses listrik.
“Semoga jika tidak Maret atau April ini, pelaksanaannya bisa segera dimulai,” tandasnya.(ktr-2/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama