Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Operasi Panjang 6 Jam, BPBD Kotim Pastikan Karhutla Bengkuang Makmur Padam Total

Usay Nor Rahmad • Kamis, 26 Maret 2026 | 17:30 WIB

Petugas gabungan berupaya memadamkan api yang menjalar hingga ke dalam tanah gambut di Desa Bengkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kamis (26/3/2026). (BPBD Kotim)
Petugas gabungan berupaya memadamkan api yang menjalar hingga ke dalam tanah gambut di Desa Bengkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kamis (26/3/2026). (BPBD Kotim)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Bengkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, berhasil dipadamkan total setelah operasi panjang selama lebih dari enam jam, Kamis (26/3/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, menyampaikan bahwa penanganan difokuskan pada proses pendinginan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di lahan gambut yang rawan menyimpan bara di bawah permukaan.

Tim BPBD berangkat menuju lokasi pada pukul 08.36 WIB dan tiba sekitar 09.35 WIB. Operasi pendinginan dimulai pukul 10.00 WIB dan baru dinyatakan selesai pada 16.11 WIB, dengan total waktu penanganan mencapai kurang lebih 6 jam 11 menit.

“Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi sisa api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran ulang,” ujar Multazam.

Lahan yang terbakar diperkirakan seluas 0,95 hektare, berada di area perkebunan milik warga bernama Muhajirin yang memiliki total lahan sekitar tiga hektare. Namun, pemilik lahan diketahui tidak menyadari terjadinya kebakaran tersebut.

Sebanyak 10 personel BPBD Kotim dikerahkan dalam operasi ini, dibantu tujuh personel Manggala Agni. Mereka menggunakan berbagai peralatan seperti satu unit mobil patroli rescue, empat unit sepeda motor, dua pompa portable, 20 roll selang, hingga perangkat komunikasi lapangan.

Akses menuju lokasi cukup menantang. Petugas harus melalui jalur Desa Eka Bahurui sejauh kurang lebih 4,2 kilometer dari jalan poros Sampit–Samuda. Sumber air untuk pemadaman diambil dari parit atau saluran di sekitar lokasi.

Vegetasi di area terdampak didominasi semak belukar yang telah terbakar, dengan kondisi tanah gambut yang memperbesar risiko kebakaran berulang jika tidak dilakukan penanganan menyeluruh.

Setelah proses pendinginan dinyatakan selesai, tim melakukan pengecekan peralatan sebelum kembali ke kantor BPBD. Kondisi lokasi pun dipastikan aman dari potensi kebakaran susulan.

BPBD Kotim mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama saat kondisi cuaca kering, guna mencegah terjadinya karhutla yang lebih luas. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#sampit #kotim #kalteng #karhutla