Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dari Ramadan Menuju Idulfitri: Menjadi Pribadi Suci dan Umat yang Bersatu

M. Akbar • Sabtu, 21 Maret 2026 | 09:55 WIB

Pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Agung Wahyu Al-Hadi Sampit, Sabtu (21/3/2026).  (Akbar)
Pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Agung Wahyu Al-Hadi Sampit, Sabtu (21/3/2026). (Akbar)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Momentum Hari Raya Idulfitri dimaknai sebagai saat untuk kembali kepada kesucian diri setelah menjalani ibadah puasa Ramadan sekaligus memperkuat persatuan umat Islam.

Hal tersebut disampaikan khatib Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Agung Wahyu Al-Hadi Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), M. Nasir, saat menyampaikan khutbah Idulfitri, Sabtu (21/3/2026).

Dalam khutbahnya, ia menjelaskan bahwa Idulfitri merupakan kemenangan spiritual bagi umat Islam setelah menjalani perjuangan selama bulan Ramadan.

Menurutnya, keberhasilan menjalani Ramadan tidak hanya diukur dari kemampuan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dari kemampuan mengendalikan hawa nafsu serta menjauhi sifat-sifat tercela.

“Kemenangan Idulfitri kita raih setelah melalui perjuangan yang berat, yakni jihad akbar melawan hawa nafsu. Tidak hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan sifat angkara murka, kesombongan, dan berbagai sifat tercela lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai yang dilatih selama Ramadan harus tetap dijaga setelah bulan suci berakhir, sehingga umat Islam dapat menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, M. Nasir juga mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama umat Islam.

Menurutnya, perpecahan yang terjadi karena perbedaan pandangan maupun kepentingan hanya akan melemahkan kekuatan umat.

“Perselisihan dan perpecahan di antara sesama umat Islam justru akan merugikan kita sendiri. Karena itu, Idulfitri harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan persaudaraan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa Islam diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam, sehingga umat Islam diharapkan mampu membawa kedamaian, ketenteraman, serta kebaikan bagi siapa pun.

Di akhir khutbahnya, M. Nasir mengajak seluruh umat Islam untuk memanfaatkan momentum Idulfitri sebagai titik awal memperbaiki diri sekaligus memperkuat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Semoga ibadah puasa yang telah kita jalani diterima oleh Allah SWT dan menjadikan kita kembali bersih dan suci, sebagaimana bayi yang baru dilahirkan,” pungkasnya. (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#salat id #sampit #kotim #Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah #kalteng