Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Libur Lebaran jadi Masa Rawan, BPBD Kotim Waspadai Wisata Air dan Danau Bekas Galian

Usay Nor Rahmad • Kamis, 19 Maret 2026 | 08:52 WIB

Latihan bersama BPBD Kotim dan SAR Pos Sampit di salah satu kawasan wisata air di Sampit. (BPBD Kotim)
Latihan bersama BPBD Kotim dan SAR Pos Sampit di salah satu kawasan wisata air di Sampit. (BPBD Kotim)


SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Libur Lebaran 1447 Hijriah menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur. Lonjakan pengunjung di sejumlah objek wisata, terutama wisata air, dinilai berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, menegaskan pihaknya telah mempersiapkan langkah antisipasi tidak hanya di kawasan pantai Ujung Pandaran, tetapi juga di berbagai lokasi wisata air di dalam Kota Sampit.

“Kami mempersiapkan diri, selain di Ujung Pandaran, juga di lokasi-lokasi wisata dalam kota, terutama wisata air,” ujarnya,Rabu (18/3/2026).

Menurutnya, kewaspadaan ini didasari pengalaman sebelumnya. Pada awal 2026, terjadi insiden anak berusia 12 tahun yang meninggal dunia akibat tenggelam. Selain itu, kejadian serupa juga baru-baru ini terjadi di kawasan danau di Kompleks Bina Karya Sampit.

Ia menjelaskan, banyak danau di wilayah tersebut merupakan bekas aktivitas galian C yang kemudian dimanfaatkan masyarakat sebagai lokasi wisata. Namun, tidak semua tempat tersebut memiliki pengelolaan dan pengawasan yang memadai.

“Sebagian dikelola, tapi ada juga yang dibiarkan tanpa kontrol. Ini yang berpotensi membahayakan pengunjung,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, BPBD Kotim menyiagakan sedikitnya 12 personel pada hari kedua dan ketiga Lebaran. Sementara itu, pada hari biasa petugas tetap bersiaga selama 24 jam di posko.

“Kalau diperlukan, personel akan kami tambah sesuai kondisi di lapangan,” tambahnya.

Selain itu, BPBD bersama Wakil Bupati Kotim Irawati juga telah melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi wisata guna memastikan kesiapan menghadapi potensi lonjakan pengunjung.

BPBD akan terus melakukan monitoring di lapangan. Jika terjadi kepadatan atau overload di suatu lokasi, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengendalian.

“Kalau terjadi penumpukan pengunjung, kami akan koordinasi untuk langkah antisipasi. Karena banyak kejadian terjadi akibat kelalaian,” jelasnya.

BPBD juga mengimbau para pengelola wisata air untuk meningkatkan pengawasan serta menambah personel demi menjaga keselamatan pengunjung selama masa libur Lebaran.

Tak hanya itu, pihaknya membuka ruang kolaborasi dengan relawan dan masyarakat yang peduli terhadap kebencanaan agar bersama-sama menjaga keamanan di masa yang dinilai rawan tersebut.

“Ini masa kritis, jadi kami berharap semua pihak bisa ikut berperan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#masa #Rawan #sampit #bpbd kotim #kalteng