SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden RI dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) turun ke masyarakat. Dalam wujud pengendalian inflasi dengan menggratiskan paket bahan pangan.
Salah satunya dilakukan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Senin (16/3), dipusatkan di halaman Museum Kayu, Pemprov Kalteng membagikan paket bahan pangan yang digratiskan untuk ribuan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan itu, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Plt Sekda Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung, anggota Komisi V DPR RI Muhammad Syauqi, Pangdam XXII/Tambun Bungai Zainul Arifin, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, serta Forkopimda Kalteng. Turut hadir Bupati Kotim Halikinnor, serta unsur Forkopimda Kabupaten Kotim, dan pejabat perangkat daerah setempat.
Penyaluran bahan pangan presiden itu untuk periode Februari–Maret 2026. Dirangkai dengan pembagian kartu program Huma Betang Sejahtera (KHBS), Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.
Bantuan presiden itu disalurkan kepada 205.040 keluarga penerima manfaat di seluruh Kateng. Khusus di Kotim terdapat 37.754 paket bantuan yang masing-masing berisi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Plt Sekda Kalteng Leonard S. Ampung menjelaskan, selain bantuan pangan presiden, Pemprov Kalteng juga menyiapkan pasar murah sebanyak 2.000 paket bahan pokok. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 1 kilogram.
Jika dihitung dengan harga pasar, paket tersebut bernilai sekitar Rp147 ribu. Namun pemerintah sebelumnya memberikan subsidi sebesar Rp137 ribu sehingga masyarakat hanya perlu menebusnya dengan harga Rp10 ribu, dan kemudian digratiskan oleh gubernur.
Pemerintah juga menggelar gerakan pangan murah dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras premium sebanyak 15 ton, bawang merah 500 kilogram, bawang putih 500 kilogram, gula pasir 1.200 kilogram, minyak goreng kemasan 1.200 liter, serta telur ayam ras sebanyak 600 tray. Aneka sayuran, cabai, dan ikan segar juga dijual dengan harga lebih rendah dari pasaran karena mendapat subsidi pemerintah.
Agustiar mengatakan, bantuan pangan yang disalurkan kali ini merupakan salah satu yang terbesar dari pemerintah pusat bagi masyarakat Kalteng.
Disebutkannya, Pemprov Kalteng juga menyiapkan tambahan bantuan bagi 15.000 penerima tidak terduga.
“Anggaran Kalteng dipotong hampir Rp5 triliun, namun program kesejahteraan seperti KHBS dan bantuan pendidikan tetap kita upayakan berjalan,” ujar Agustiar Sabran di sela kegiatan itu.
Selain itu lanjutnya, Pemprov Kalteng juga menyalurkan bantuan melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) kepada 28.462 kepala keluarga di Kabupaten Kotim, dengan bantuan tunai sebesar Rp250 ribu per keluarga. Penerima manfaat yang akan menerima bantuan tersebut setelah melalui proses verifikasi dan validasi data.
Agustiar menegaskan, penyaluran bantuan tersebut mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar program bantuan benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga meminta masyarakat turut mengawasi penyaluran bantuan tersebut. Jika terdapat penerima bantuan yang dinilai sudah mampu, masyarakat diminta melapor agar data dapat diverifikasi ulang dan bantuan dialihkan kepada warga yang lebih berhak.
“Kalau ada yang berhak menerima tapi belum terdata, silakan melapor melalui layanan pengaduan yang kami sediakan,” imbuhnya.
Bupati Kotim Halikinnor, mengapresiasi aksi Pemprov Kalteng itu yang dinilai sangat membantu masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang lebaran Idulfitri.
“Melalui pasar murah ini masyarakat hanya menebus Rp10 ribu sudah mendapatkan bahan pangan lengkap, bahkan hari ini digratiskan oleh Gubernur. Hal ini sangat membantu kami menekan inflasi di Kotim,” ujarnya.
Ia berharap berbagai program bantuan tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di daerah menjelang Hari Raya Idulfitri.
Sementara itu, anggota Komisi V DPR RI Muhammad Syauqi menyampaikan bahwa pihaknya di tingkat pusat terus berupaya memperjuangkan anggaran agar dapat membantu dan meringankan beban masyarakat Kalteng.
Hal senada juga disampaikan Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin yang mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia berharap berbagai program bantuan tersebut dapat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Kalteng.(yn/ang/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama