Radarsampit.jawapos.com – Warga Banjarmasin Utara digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di dalam selokan Jalan Pangeran Hidayatullah, Rabu (24/12) pagi.
Jasad korban ditemukan di tepi jalan, tepatnya di kawasan pertokoan dekat Kampus STIHSA, sehingga sempat menyedot perhatian pengguna jalan yang melintas.
Informasi awal menyebutkan, jasad perempuan tersebut pertama kali ditemukan oleh petugas kebersihan jalan yang sedang menjalankan aktivitas rutin di sekitar lokasi.
Menyadari temuan itu, petugas kebersihan segera melaporkannya kepada warga setempat, yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.
Petugas Polresta Banjarmasin bersama tim Inafis Satreskrim Polresta Banjarmasin langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan area sekitar penemuan.
Usai dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, jasad korban kemudian dievakuasi ke kamar pemulasaraan jenazah RSUD Ulin Banjarmasin menggunakan ambulans relawan emergency.
Hingga berita ini diturunkan, identitas korban maupun penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Seorang relawan emergency yang berada di lokasi mengungkapkan, kondisi jasad saat ditemukan cukup memprihatinkan. Korban diduga hanya mengenakan jaket bertudung kepala, dengan posisi pakaian yang tidak rapi.
“Saya tidak melihat jelas pakaian korban. Sepertinya hanya memakai jaket, dan saat tersingkap terlihat auratnya, lalu saya tutupi,” ujar relawan tersebut.
Relawan lainnya, Muhammad, menambahkan bahwa saat proses evakuasi tidak terlihat jelas adanya luka pada tubuh korban. Namun, petugas menemukan sejumlah barang pribadi di sekitar lokasi penemuan.
“Tadi terlihat ada tali tas dan kunci motor yang ditemukan di TKP. Selebihnya kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak kepolisian,” katanya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait penemuan mayat tersebut agar segera melapor ke kantor polisi terdekat guna membantu proses identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut. (*)
Editor : Slamet Harmoko