Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Waspada! Ancaman Banjir Rob Makin Meningkat, Ketinggian Air Laut Tembus 3 Meter saat Malam Hari

Usay Nor Rahmad • Minggu, 7 Desember 2025 | 18:20 WIB
Data pasang surut air laut di perairan Teluk Sampit. (BMKG Stamet Kelas III Iskandar Kotawaringin Barat)
Data pasang surut air laut di perairan Teluk Sampit. (BMKG Stamet Kelas III Iskandar Kotawaringin Barat)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ancaman banjir rob di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin menguat setelah data pasang surut Teluk Sampit pada Senin, 8 Desember 2025, mencatat lonjakan signifikan pada ketinggian air laut.

Grafik yang dirilis Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar bersama Pushidrosal TNI AL menunjukkan bahwa puncak pasang mencapai 3 hingga 3,2 meter pada malam hari.

Angka ini berada jauh di atas garis Mean Sea Level (MSL) yang berada di kisaran 1,7 meter.

Dalam grafik tersebut terlihat bahwa pasang tinggi terjadi dua kali. Pasang pertama muncul dini hari sekitar pukul 01.00 hingga 03.00 WIB dengan ketinggian mencapai 2 hingga 2,1 meter.

Pasang kedua terjadi pada malam hari, tepatnya antara pukul 19.00 hingga 23.00 WIB, dan menjadi yang tertinggi dengan ketinggian 2,8 hingga 3,2 meter.

Kondisi tersebut berpotensi mendorong air laut masuk ke daratan, terutama di wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan perairan Teluk Sampit seperti Kecamatan Pulau Hanaut dan Mentaya Selatan (MHS).

Kondisi tersebut selaras dengan laporan BPBD Kotim sejak 6–7 Desember, di mana banjir rob telah menggenangi permukiman warga.

Desa Babaung di Pulau Hanaut serta Kelurahan Samuda Kota di Mentaya Selatan mengalami genangan setinggi 20–30 sentimeter.

Aktivitas masyarakat terganggu, terutama pada malam hari ketika air masuk ke halaman rumah dan jalan utama. Akses kendaraan roda dua bahkan nyaris tidak bisa melintas karena tingginya air.

Dampaknya kini meluas hingga wilayah kota. Sejumlah titik di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang mulai merasakan air pasang yang naik ke jalan pemukiman setiap malam. Seorang warga Baamang, Tino, mengaku sudah bersiaga dengan mengangkat barang-barang penting. “Kami jaga-jaga khawatir air masuk rumah,” ujarnya.

Pola kenaikan air laut ini juga sejalan dengan prakiraan cuaca maritim BMKG yang menyebutkan tinggi gelombang di Teluk Sampit berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter, dengan kecepatan arus mencapai 80 hingga 104 sentimeter per detik.

Kondisi cuaca yang didominasi hujan ringan serta angin yang berembus hingga 25–31 knot memperkuat peluang terjadinya banjir rob, karena dorongan air dari laut meningkat dan menekan wilayah daratan, terutama kawasan rendah di sekitar pesisir dan kota.

BPBD memperkirakan ancaman rob akan terus berlangsung hingga 13–15 Desember 2025 seiring puncak pasang air laut. Masyarakat diminta tetap waspada, mengamankan barang-barang penting, serta menghindari aktivitas di tepi sungai maupun pesisir pada jam-jam pasang malam. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#air laut #banjir rob #malam hari #ketinggian #pasang laut