Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Black Box Ditemukan, Badan Helikopter Sebagian Terbenam Lumpur

M. Rifani DewantaraDodi Abdul Qadir
Lokasi jatuhnya Helikopter Mi-17V5 milik TNI-AD di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan, ketika tim gabungan melakukan evakuasi korban, Jumat (6/11).(istimewa/kodam XXII)
Lokasi jatuhnya Helikopter Mi-17V5 milik TNI-AD di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan, ketika tim gabungan melakukan evakuasi korban, Jumat (6/11).(istimewa/kodam XXII)

Advertisement

KUALA PEMBUANG,radarsampit.jawapos.com-Ditemukannya korban terakhir jatuhnya Helikopter Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat (AD) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan, sekaligus menandai posisi terakhir bangkai pesawat.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni yang turut terlibat proses pencarian mengatakan, untuk memperkuat proses evakuasi, jumlah penyelam ditambah hingga sekitar 25 orang. Mereka dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI Angkatan Laut, dan penyelam lokal.

Sebelumnya, 6 penyelam telah diterjunkan. Kekuatan kemudian ditambah dengan 5 personel Basarnas, 7 penyelam TNI Angkatan Laut, serta 2 penyelam lokal.

Advertisement

“Jadi ada sekitar 25 yang membersamai melakukan evakuasi terhadap salah satu korban dan juga helikopter tersebut,”ujarnya, Jumat (6/11).

Menurutnya, kondisi air yang keruh dan berlumpur membuat penyelam kesulitan melihat badan helikopter. Dalam upaya sebelumnya, mereka bahkan hanya bisa meraba bagian badan pesawat.

Berbagai cara juga disiapkan untuk membantu proses evakuasi, mulai dari penggunaan kapal tunda atau tugboat hingga bantuan alat berat.

Advertisement

Penarikan badan helikopter sempat dicoba menggunakan Helikopter Ka-32, sedangkan dari pihak Gubernur Kalteng menyiapkan crane untuk membantu pengangkatan.

“Helikopter itu sempat nyungsep masuk ke lumpur sehingga sama sekali tidak bisa digoyang. Mungkin ini coba nanti digoyang dengan tugboat,” ujarnya.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin juga membenarkan kondisi lokasi menjadi tantangan bagi tim gabungan. Menurutnya, upaya menggunakan tugboat belum maksimal, karena badan helikopter masih terbenam dalam lumpur.

“Kendalanya masih cuaca, gelombang, dan jarak pandang, yang menyulitkan tim penyelam,” terangnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kecelakaan Helikopter MI-17 dalam Operasi Pemadaman Karhutla Sisakan Trauma bagi Korban Selamat

Kecelakaan Helikopter MI-17 dalam Operasi Pemadaman Karhutla Sisakan Trauma bagi Korban Selamat

Di balik kecelakaan helikopter MI-17 di Kabupaten Seruyan itu, kisah Gilang menjadi potret perjuangan seorang prajurit melewati masa krit

Derasnya Arus Laut Iringi Pencarian Korban Tersisa Kecelakaan Helikopter Mi-17 di Seruyan

Derasnya Arus Laut Iringi Pencarian Korban Tersisa Kecelakaan Helikopter Mi-17 di Seruyan

Di tengah derasnya angin dan arus laut perairan Kabupaten Seruyan, upaya pencarian satu korban kecelakaan Helikopter MI-17 belum berakhir

Naik Helikopter, Bupati Seruyan Sisir Kawasan Rawan Karhutla

Naik Helikopter, Bupati Seruyan Sisir Kawasan Rawan Karhutla

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda memantau langsung wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui patroli udara, Selasa (3/11)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer