Black Box Ditemukan, Badan Helikopter Sebagian Terbenam Lumpur



KUALA PEMBUANG,radarsampit.jawapos.com-Ditemukannya korban terakhir jatuhnya Helikopter Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat (AD) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan, sekaligus menandai posisi terakhir bangkai pesawat.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni yang turut terlibat proses pencarian mengatakan, untuk memperkuat proses evakuasi, jumlah penyelam ditambah hingga sekitar 25 orang. Mereka dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI Angkatan Laut, dan penyelam lokal.
Sebelumnya, 6 penyelam telah diterjunkan. Kekuatan kemudian ditambah dengan 5 personel Basarnas, 7 penyelam TNI Angkatan Laut, serta 2 penyelam lokal.
“Jadi ada sekitar 25 yang membersamai melakukan evakuasi terhadap salah satu korban dan juga helikopter tersebut,”ujarnya, Jumat (6/11).
Menurutnya, kondisi air yang keruh dan berlumpur membuat penyelam kesulitan melihat badan helikopter. Dalam upaya sebelumnya, mereka bahkan hanya bisa meraba bagian badan pesawat.
Berbagai cara juga disiapkan untuk membantu proses evakuasi, mulai dari penggunaan kapal tunda atau tugboat hingga bantuan alat berat.
Penarikan badan helikopter sempat dicoba menggunakan Helikopter Ka-32, sedangkan dari pihak Gubernur Kalteng menyiapkan crane untuk membantu pengangkatan.
Baca Juga: Korban Terakhir Kecelakaan Helikopter Water Bombing Seruyan Ditemukan, Evakuasi Berjalan Dramatis
“Helikopter itu sempat nyungsep masuk ke lumpur sehingga sama sekali tidak bisa digoyang. Mungkin ini coba nanti digoyang dengan tugboat,” ujarnya.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin juga membenarkan kondisi lokasi menjadi tantangan bagi tim gabungan. Menurutnya, upaya menggunakan tugboat belum maksimal, karena badan helikopter masih terbenam dalam lumpur.
“Kendalanya masih cuaca, gelombang, dan jarak pandang, yang menyulitkan tim penyelam,” terangnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




