Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Api Kembali Menyala, Satgas Kotim Perketat Patroli dan Pendinginan

M
Penulis: M. Akbar❯
Proses pendinginan yang dilakukan oleh petugas penanganan karhutla.  (Akbar/Radar Sampit)
Proses pendinginan yang dilakukan oleh petugas penanganan karhutla. (Akbar/Radar Sampit)

Advertisement

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperketat patroli dan pendinginan di lokasi bekas kebakaran untuk mencegah api kembali menyala. Meski beberapa waktu lalu hujan telah mengguyur sejumlah wilayah dan menurunkan potensi kebakaran, petugas tetap mewaspadai bara yang masih tersimpan di dalam tanah, terutama pada kawasan gambut.

Koordinator Lapangan Satgas Penanganan Karhutla Kotim, Rihel, mengatakan hujan membantu meningkatkan kelembapan lahan sehingga kebakaran dengan api besar mulai berkurang. Saat ini, sebagian besar kegiatan di lapangan difokuskan pada pendinginan dan pembasahan lahan.

Advertisement

“Untuk saat ini penanganan lebih banyak berupa pendinginan karena hujan yang turun beberapa waktu lalu cukup merata. Namun, masih ada sisa asap di sejumlah lokasi sehingga petugas tetap melakukan penyiraman,” ujar Rihel, Kamis (5/11).

Menurutnya, hujan tidak serta-merta memastikan seluruh lokasi bekas kebakaran aman. Petugas harus memastikan tidak ada bara atau sumber panas yang tersisa di bawah permukaan tanah. Hal ini penting karena sebagian besar kebakaran di Kotim terjadi di kawasan gambut yang memiliki lapisan organik cukup tebal.

“Penanganan di lokasi kebakaran harus benar-benar tuntas. Jangan sampai masih meninggalkan sisa asap sekecil apa pun. Kalau masih ada asap, potensi kebakaran kembali tetap besar. Apalagi kebakaran di Kotim banyak terjadi di kawasan gambut tebal, sehingga api di permukaan bisa padam, tetapi bagian bawahnya belum tentu,” jelasnya.

Advertisement

Untuk memastikan kondisi lahan benar-benar aman, Satgas melakukan patroli keliling dan pemeriksaan langsung atau ground check ke lokasi yang sebelumnya telah ditangani. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah masih terdapat api, asap, maupun indikasi panas di area bekas terbakar.

"Kami tetap melanjutkan patroli untuk mengecek lokasi-lokasi yang sebelumnya dilakukan pemadaman dan pendinginan. Kami harus memastikan apakah masih ada api atau asap. Jika ditemukan, pembasahan harus kembali dilakukan,” katanya.

Selain patroli dan pendinginan, Satgas juga menyiapkan langkah pencegahan apabila curah hujan kembali menurun dan kondisi lahan mulai mengering. Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan titik panas, pembasahan lahan rawan, serta sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah.

Petugas juga menyampaikan imbauan larangan membakar lahan dan membagikan selebaran maklumat Kapolda setelah menyelesaikan kegiatan pemadaman maupun pendinginan.

Advertisement
Editor : Slamet Harmoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kecelakaan Helikopter MI-17 dalam Operasi Pemadaman Karhutla Sisakan Trauma bagi Korban Selamat

Kecelakaan Helikopter MI-17 dalam Operasi Pemadaman Karhutla Sisakan Trauma bagi Korban Selamat

Di balik kecelakaan helikopter MI-17 di Kabupaten Seruyan itu, kisah Gilang menjadi potret perjuangan seorang prajurit melewati masa krit

Pengabdian Petugas Karhutla di Pelosok Sekonyer, Dari Selang Pemadam hingga Kuas Cat

Pengabdian Petugas Karhutla di Pelosok Sekonyer, Dari Selang Pemadam hingga Kuas Cat

Polres Kotawaringin Barat bersama personel Brimob bergotong royong mengecat Masjid Sirojul Munir di Desa Sekonyer, Kecamatan Kumai, Selasa

Polisi Sisir Titik Rawan Karhutla, Pastikan Palangka Raya Bebas Api

Polisi Sisir Titik Rawan Karhutla, Pastikan Palangka Raya Bebas Api

Polresta Palangka Raya mengerahkan dua regu personel untuk menyisir sejumlah titik rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer