Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabut Asap Datang Lagi, Level Udara di Palangka Raya kembali Berbahaya

Dodi Abdul Qadir
Penulis: Dodi Abdul Qadir❯
Nampak papan informasi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di pusat Kota Palangka Raya, memantau parameter kualitas udara, seperti PM2.5, dalam berbagai kategori, dari Baik hingga Berbahaya.(dodi/radarsampit)
Nampak papan informasi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di pusat Kota Palangka Raya, memantau parameter kualitas udara, seperti PM2.5, dalam berbagai kategori, dari Baik hingga Berbahaya.(dodi/radarsampit)

Advertisement

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Sempat menikmati udara segar sekitar sepekan lebih, warga Kota Palangka Raya kembali harus menghirup polusi udara dengan level berbahaya. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali muncul di sejumlah titik. Kabut asap pekat datang lagi menyelimuti ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut, Kamis (5/11/2026).

Pantauan di lapangan sekitar pukul 11.30 WIB, kabut asap terasa  pekat menyelimuti kawasan perkotaan. Tercium aroma menyengat bekas lahan gambut terbakar.Bahkan, sinar matahari tampak tertutup partikel asap sehingga menguning.

Salah satunya pemicunya, kebakaran lahan di Jalan Denok atau Jalan Surabaya, tidak jauh dari Jalan Ir Soekarno dan berdekatan dengan pemukiman warga, serta sebuah pondok pesantren.

Advertisement

Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Bencana BPBD Kota Palangka Raya Heri Fauzi membenarkan kebakaran di kawasan tersebut. Menurutnya, lokasi itu sebelumnya juga pernah mengalami karhutla.

“Kebakaran sebelumnya telah ditangani tim satuan tugas (Satgas) melalui pembasahan lahan dan pemadaman. Namun, titik api kembali muncul,” ujarnya, Kamis (5/11).

Advertisement

Pihaknya menduga kebakaran berulang tersebut dipicu sisa pembakaran sebelumnya yang kembali menyala.

"Sudah kita tangani, namun kami tidak tahu sehingga entah kenapa, terjadi lagi di lokasi itu. Muncul titik api dan diduga memang sisa pembakaran yang lalu," ungkap Heri.

Berdasarkan laporan tim Satgas, terdapat tiga lokasi yang mengalami kemunculan titik api. Masing-masing di kawasan Jalan Yos Sudarso ujung, Jalan Matali, serta Jalan Denok atau Jalan Surabaya.

BPBD bersama tim Satgas terus melakukan penanganan di lokasi terdampak. Upaya pemadaman dan pembasahan dilakukan untuk mencegah api meluas, terutama ke kawasan permukiman warga.

Pihaknya kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan alasan apa pun. Sebab, tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran berulang, terlebih ketika kondisi lahan masih menyimpan bara api.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kebakaran masih Marak di Palangka Raya, Dalam 24 Jam, Usaha Laundry dan Rumah Dinas Diterjang Api

Kebakaran masih Marak di Palangka Raya, Dalam 24 Jam, Usaha Laundry dan Rumah Dinas Diterjang Api

Kebakaran masih marak, Seperti dua peristiwa kebakaran terjadi di Kota Palangka Raya dalam rentang Minggu malam dan Senin (2/11) dini hari

Kebakaran setelah Pemilik Salat Tahajud, Pemkab Kotim Anggarkan Rp100 Juta untuk 2 Korban

Kebakaran setelah Pemilik Salat Tahajud, Pemkab Kotim Anggarkan Rp100 Juta untuk 2 Korban

Kebakaran setelah Pemilik Salat Tahajud, Pemkab Kotim Anggarkan Rp100 Juta untuk 2 Korban di Jalan Iskandar 22 Kelurahan Ketapang, Kotim

Kebakaran Hanguskan TK Beringin V di Tangkiling Palangka Raya, Polisi Selidiki Penyebabnya

Kebakaran Hanguskan TK Beringin V di Tangkiling Palangka Raya, Polisi Selidiki Penyebabnya

Kebakaran hebat melanda TK Beringin V di Jalan Tjilik Riwut Km 34, Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer