
SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Hujan lebat kembali mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (28/10/2026). Namun, kualitas udara di Sampit masih berada pada kategori sangat tidak sehat berdasarkan data pemantauan partikel halus PM2.5.
Berdasarkan data ISPUNet, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk parameter PM2.5 di Sampit mencapai 318 pada pukul 09.00 WIB. Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.
Sementara itu, pemantauan melalui situs IQAir menunjukkan indeks kualitas udara Sampit berada di angka 206 atau kategori tidak sehat.
Perbedaan angka kedua platform tersebut dapat terjadi karena perbedaan sistem dan metode pengukuran yang digunakan.
Tingginya angka pencemaran udara meski hujan telah turun menunjukkan masyarakat masih perlu mewaspadai paparan partikel halus.
Hujan yang mengguyur suatu wilayah tidak serta-merta membuat konsentrasi polutan di udara langsung menurun.
Warga Sampit, Tri, menyambut turunnya hujan yang telah dinantikan masyarakat di tengah kondisi kekeringan dan kabut asap.
Dia berharap hujan terus turun sehingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) segera berakhir.
“Alhamdulillah, yang dinantikan turun juga. Semoga hujan rutin turun. Semoga kekeringan dan karhutla segera berakhir,” ujar Tri.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit Mulyono Leonardo mengatakan, hujan yang terjadi merupakan hujan alami.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




