Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alhamdulillah Hujan Datang, Hotspot di Kotim Tersisa Satu Titik

U
Penulis: Usay Nor Rahmad❯
Peta informasi pertumbuhan awan hujan tinggi di wilayah Kotawaringin Timur sekitarnya,Selasa (27/10/2026). (BMKG Stamet Mereoroligi H Asan Kotim)
Peta informasi pertumbuhan awan hujan tinggi di wilayah Kotawaringin Timur sekitarnya,Selasa (27/10/2026). (BMKG Stamet Mereoroligi H Asan Kotim)

Advertisement

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Hujan yang turun di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), membawa harapan bagi warga di tengah kondisi udara yang masih diselimuti asap. Berdasarkan rekapitulasi pemantauan 24 jam terakhir yang dirilis BMKG pada Selasa (27/10/2026), terdeteksi satu titik panas di wilayah Kotim.

“Alhamdulillah, semoga udara semakin membaik. Meski hari ini masih ada asap sebelum turun hujan,” kata Usna, warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Haji Asan Kotawaringin Timur, satu titik panas tersebut terdeteksi di Desa Tumbang Manya, Kecamatan Antang Kalang. Data pengamatan tercatat pada Selasa (27/10/2026) pukul 01.09.25 WIB menggunakan satelit SNPP.

Advertisement

Titik panas itu memiliki tingkat kepercayaan delapan dengan radius kemungkinan 1.125 meter. Data tersebut merupakan hasil deteksi satelit dan tidak serta-merta memastikan adanya kebakaran aktif di lokasi.

Sementara itu, prakiraan cuaca BMKG untuk periode Selasa (27/10/2026) pukul 07.00 WIB hingga Rabu (28/10/2026) pukul 07.00 WIB menunjukkan wilayah Kotim secara umum berpotensi mengalami hujan ringan. Prakiraan tersebut menggunakan Model Prediksi Cuaca Numerik atau Weather Research and Forecasting (WRF).

Hujan diharapkan membantu mengurangi asap dan membasahi lahan yang mengering. Namun, turunnya hujan belum otomatis menghilangkan seluruh potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Advertisement

Peta potensi kemudahan terjadinya kebakaran BMKG untuk Kalimantan Tengah pada 27 Oktober masih menunjukkan sejumlah wilayah bagian selatan hingga barat berada dalam kategori mudah terbakar hingga sangat mudah terbakar. Pada 28 Oktober, area dengan kategori sangat mudah terbakar diprakirakan meluas di sejumlah wilayah bagian tengah dan selatan.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap karhutla tetap diperlukan meskipun hujan mulai turun. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran.

Bagi warga Sampit yang masih merasakan asap, hujan menjadi kabar baik. Namun, perbaikan kualitas udara tetap perlu dipantau melalui pengamatan BMKG dan data kualitas udara yang tersedia. (oes)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Hotspot Menurun, Kabut Asap Masih Selimuti Kobar

Hotspot Menurun, Kabut Asap Masih Selimuti Kobar

Jumlah titik panas (hotspot) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai menurun.

Asap Tebal Hambat Pemantauan Drone di Titik Hotspot  

Asap Tebal Hambat Pemantauan Drone di Titik Hotspot  

Tim gabungan saat melaksanakan pengecekan lapangan titik hotspot di Desa Pilang Munduk dan Desa Tumbang Tariak, Kecamatan Kurun, Kamis (15/1

Seranau dan Pulau Hanaut Dominasi Hotspot, Bagaimana Kondisi di Lapangan?

Seranau dan Pulau Hanaut Dominasi Hotspot, Bagaimana Kondisi di Lapangan?

Data rekapitulasi BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit bersama BPBD Kotim itu mencatat total 731 titik panas di wilayah Kotim. Sebaran t

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer