Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pungli Solar di Sampit Capai Rp700 Ribu, Bikin Pusing Pengusaha Transportasi

Rado.
Penulis: Rado.❯
Organda Kotim audiensi bersama Pj Sekda Kotim Diana Setiawan, Pertamina, pihak SPBU, dan aparat kepolisian di Kantor Setda Kotim, Kamis (8/10/2026). (Rado/Radar Sampit)
Organda Kotim audiensi bersama Pj Sekda Kotim Diana Setiawan, Pertamina, pihak SPBU, dan aparat kepolisian di Kantor Setda Kotim, Kamis (8/10/2026). (Rado/Radar Sampit)

Advertisement

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – DPC Organda Kotawaringin Timur (Kotim) menyoroti pungutan Rp500 ribu hingga Rp700 ribu yang harus dikeluarkan sejumlah anggotanya untuk mendapatkan BBM subsidi jenis solar. Kondisi tersebut disebut terjadi setelah keterlibatan Organda dalam penataan distribusi BBM di sejumlah SPBU yang telah ditunjuk berkurang.

Ketua DPC Organda Kotim Suhendra mengatakan, sebelumnya distribusi BBM subsidi bagi angkutan anggota Organda dapat ditata melalui SPBU yang telah ditentukan. Namun, setelah keterlibatan Organda berkurang, sejumlah anggota mengeluhkan adanya biaya tambahan untuk mendapatkan solar subsidi.

Advertisement

“Perlu diketahui bahwa truk-truk itu dibebankan biaya lagi. Padahal angkutan beras, sembako yang memang jadi sasaran penerima subsidi,” kata Suhendra saat audiensi bersama Pj Sekda Kotim Diana Setiawan, Pertamina, pihak SPBU, dan aparat kepolisian di Kantor Setda Kotim, Kamis (8/10/2026).

Menurut Suhendra, angkutan beras dan sembako semestinya mendapat kemudahan karena termasuk kelompok angkutan yang membutuhkan dukungan BBM subsidi. Namun, kondisi di lapangan justru membuat anggotanya harus mengeluarkan biaya tambahan.

Dia berharap Pemkab Kotim mendukung upaya DPC Organda Kotim untuk kembali aktif dalam penataan distribusi BBM subsidi, khususnya bagi anggota Organda. “Kami Organda sudah punya kantong parkir. Sehingga tidak mengganggu ketertiban,” ujarnya.

Advertisement

Menurutnya, keberadaan kantong parkir tersebut dapat menjadi solusi agar kendaraan angkutan tidak menumpuk di sekitar SPBU. Organda juga siap membantu mengatur kendaraan anggotanya sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah dan Pertamina.

Diketahui, sejak Juli 2011, Organda Kotim pernah mendapat alokasi BBM sebanyak 20 kiloliter atau 20.000 liter per hari. Dalam verifikasi terbaru, jumlah anggota yang sebelumnya tercatat sebanyak 1.975 orang kini tersisa sekitar 500 hingga 550 anggota aktif. Data tersebut menjadi dasar dalam penataan ulang distribusi BBM bagi angkutan darat di Kotim.

Saat ini, alokasi sementara BBM ditetapkan sebesar 20 kiloliter per SPBU. Dua titik utama berada di kawasan Kilometer 2 Jalan Sudirman, Sampit.

Suhendra meminta Pemkab Kotim mendorong agar alokasi BBM untuk Organda kembali diberikan seperti sebelumnya. “Kami minta agar pemda mendorong alokasi Organda di Kotim seperti sedia kala,” katanya.

Advertisement
Editor : Heru Prayitno
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Menelusuri Rantai Pasok BBM Ilegal Lintas Kabupaten. Gurita Hitam di Balik Jeriken Solar Subsidi

Menelusuri Rantai Pasok BBM Ilegal Lintas Kabupaten. Gurita Hitam di Balik Jeriken Solar Subsidi

Ketika ribuan liter bahan bakar bersubsidi beralih rupa menjadi komoditas gelap di tangan pelangsir misterius

Solar Subsidi Rawan Disalahgunakan Industri

Solar Subsidi Rawan Disalahgunakan Industri

subsidi perlu diarahkan pada ketepatan sasaran penerima dan pengawasan penggunaan di lapangan atau bukan hanya berfokus pada distribusi

Pengurus Baru Organda Sukamara Resmi Dikukuhkan

Pengurus Baru Organda Sukamara Resmi Dikukuhkan

Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Angkutan Darat (DPC Organda) Kabupaten Sukamara untuk masa bakti 2026-2031 resmi dikukuhkan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer