Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Karhutla Mengancam Keselamatan Warga. Asap dan Api Kepung Permukiman

Dodi Abdul Qadir
Penulis: Dodi Abdul Qadir❯
Seorang anak ketika dievakuasi seorang relawan untuk dibawa menjauh dari lokasi kebakaran lahan, yang mendekati pemukiman warga di Jalan Pasendang Ujung, Palangka Raya, Rabu (2/9).(dodi/radarsampit)
Seorang anak ketika dievakuasi seorang relawan untuk dibawa menjauh dari lokasi kebakaran lahan, yang mendekati pemukiman warga di Jalan Pasendang Ujung, Palangka Raya, Rabu (2/9).(dodi/radarsampit)

Advertisement

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengancam permukiman warga. Di Jalan Pasendang Ujung, Palangka Raya, kobaran api bahkan merembet hingga hanya beberapa meter dari rumah penduduk, Rabu (2/9/2026).

Kondisi itu membuat warga dilanda kepanikan. Mereka harus berjaga selama dua malam karena khawatir api semakin meluas dan menyambar rumah.

Sejumlah warga bahkan turun langsung membantu pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Semak belukar dan lahan di sekitar permukiman masih terbakar sehingga menimbulkan asap tebal.

Advertisement

Kondisi diperparah angin kencang dan terbatasnya sumber air. Api dengan cepat merambat dari lahan yang terbakar menuju kawasan di sekitar rumah warga.

Ila, salah seorang warga, mengaku panik ketika melihat kobaran api semakin mendekati permukiman. Bersama warga lainnya, dia ikut berusaha memadamkan api menggunakan ember.

“Kami panik karena api sudah sangat dekat dengan rumah dan pemukiman kami. Dua hari kami tidak tidur. Untungnya api membesar pada siang hari. Coba kalau malam hari, bisa kebakaran rumah kami,” ujar Ila sembari terus berupaya memadamkan api.

Advertisement

Warga di permukiman di Jalan Pasendang Ujung, Palangka Raya bahu membahu dengan peralatan seadanya, menuangkan air untuk memadamkan kebakaran lahan yang semakin mendekati rumah mereka, Rabu (2/9). (dodi/radarsampit)
Warga di permukiman di Jalan Pasendang Ujung, Palangka Raya bahu membahu dengan peralatan seadanya, menuangkan air untuk memadamkan kebakaran lahan yang semakin mendekati rumah mereka, Rabu (2/9). (dodi/radarsampit)

Menurutnya, warga tidak memiliki banyak pilihan selain ikut membantu pemadaman. Mereka khawatir rumah yang dibangun bertahun-tahun menjadi korban kebakaran.

“Kalau rumah terbakar, kami tidur di mana? Membangun rumah tidak murah, perlu bertahun-tahun menabung sedikit demi sedikit. Kami ketakutan. Kami tidur di mana jika rumah terbakar? Mencari uang bikin rumah itu capek. Pak Presiden bantu kami lebih baik,” ungkapnya.

Ketua RT setempat, Rasanki, mengatakan kebakaran lahan di kawasan tersebut telah berlangsung selama dua hari. Namun, pada Rabu, kobaran api semakin meluas dan mendekati permukiman.

Kondisi tersebut membuat warga semakin resah. Terlebih, lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai lebih dari dua hektare.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Cegah Kebun Terbakar, Petani Sawit Pilih Bermalam

Cegah Kebun Terbakar, Petani Sawit Pilih Bermalam

Ancaman karhutla yang terus meningkat di Kabupaten Kotim membuat para petani yang memiliki kebun sawit ada yang bermalam untuk mencegah api

Karhutla masih Mengepung Wilayah Perkotaan di Sampit dan Palangka Raya

Karhutla masih Mengepung Wilayah Perkotaan di Sampit dan Palangka Raya

ebakaran lahan masih saja mengepung sejumlah wilayah perkotaan,baik di Palangka Raya dan Kota Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)

Palangkaraya Banyak Ular. Dua Hari, Tim Rescue Lakukan Evakuasi di Lima Permukiman Warga

Palangkaraya Banyak Ular. Dua Hari, Tim Rescue Lakukan Evakuasi di Lima Permukiman Warga

Kemunculan ular liar di kawasan permukiman Kota Palangka Raya terus terjadi. Dua hari, tim rescue mengevakuasi di lima pemukiman warga

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer