Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Sampai Bencana Kabut Asap Terulang Lagi !

Rado.
Penulis: Rado.❯
Ketika kabut asap melanda Kota Sampit di malam hari pada tahun 2023 lalu. (dok.radarsampit)
Ketika kabut asap melanda Kota Sampit di malam hari pada tahun 2023 lalu. (dok.radarsampit)

Advertisement

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi perhatian kalangan legislatif. Wakil Ketua DPRD Kotim Juliansyah, mengingatkan pemerintah setempat agar memperkuat langkah pencegahan, sehingga bencana kabut asap tidak kembali mengganggu dunia pendidikan maupun aktivitas perekonomian masyarakat.

Menurut Juliansyah, pengalaman karhutla pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga meluas ke berbagai sektor. Kabut asap dapat mengganggu proses belajar mengajar, aktivitas transportasi, pelayanan publik, hingga menurunkan produktivitas masyarakat.

"Jangan sampai kita kembali mengalami kondisi seperti tahun-tahun sebelumnya, ketika aktivitas masyarakat terganggu akibat kabut asap. Pencegahan harus menjadi prioritas agar dampaknya tidak meluas ke sektor pendidikan dan ekonomi," ujarnya.

Advertisement

Juliansyah menilai, langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini mengingat musim kemarau diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir Juli hingga Agustus. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko karhutla apabila tidak diiringi kesiapsiagaan seluruh pihak.

Dirinya juga meminta BPBD, TNI, Polri, pemerintah desa, relawan, hingga perusahaan perkebunan memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan dan penanganan titik api. Menurutnya, api harus dipadamkan sejak awal sebelum meluas dan menimbulkan kabut asap.

"Kita tidak boleh hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah membesar. Yang paling penting adalah mencegah agar kebakaran tidak terjadi. Kalau bisa dicegah sejak awal, maka masyarakat tidak perlu menanggung dampaknya," katanya.

Advertisement

DPRD lanjut Juliansyah,  juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mengingat sebagian besar wilayah Kotim merupakan lahan gambut, api akan lebih sulit dipadamkan apabila sudah meluas.

Sementara itu, dari data infografis BPBD Kotawaringin Timur per 8 Juli 2026, tercatat sebanyak 61 kejadian karhutla dengan total luasan lahan terbakar mencapai 138,8 hektare.Sebaran kebakaran didominasi wilayah selatan dan tengah Kotim.

Wilayah selatan menjadi daerah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni 71,18 hektare atau sekitar 51,26 persen dari total lahan yang terbakar. Sementara wilayah tengah mencapai 66,23 hektare atau 47,69 persen. Adapun wilayah utara mencatatkan luasan terkecil, yakni 1,45hektare atau sekitar 1,04 persen.

Berdasarkan kecamatan, Mentawa Baru Ketapang menjadi wilayah dengan intensitas karhutla tertinggi. Hingga 8 Juli tercatat 28 kejadian kebakaran, dengan 26 kejadian telah berhasil ditangani. Meski demikian, kebakaran telah menghanguskan sekitar 32,82hektare lahan dan memunculkan 13 titik hotspot.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Perekonomian Sukamara Andalkan 3 Sektor

Perekonomian Sukamara Andalkan 3 Sektor

Kontribusi dalam perekonomian Kabupaten Sukamara berasal dari 3 sektor lapangan usaha tertinggi, yaitu pertanian, kehutanan dan perikanan

Ketua DPRD Palangka Raya Ajak Semua Pihak Sukseskan Sensus Ekonomi

Ketua DPRD Palangka Raya Ajak Semua Pihak Sukseskan Sensus Ekonomi

Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mengajak semua pihak untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar terhimpun data akurat

Bupati Jamin Kerahasiaan Data! Warga Kotim Diminta Terima Petugas Sensus Ekonomi

Bupati Jamin Kerahasiaan Data! Warga Kotim Diminta Terima Petugas Sensus Ekonomi

Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta tidak ragu memberikan informasi saat didatangi petugas Sensus Ekonomi 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer