Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Petani Desak Pemerintah Stabilkan Harga Sawit  

Rado.
Penulis: Rado.❯
Ilustrasi seorang petani sawit lokal di Kalteng nampak murung menyikapi anjloknya harga TBS Sawit, imbas dari kebijakan pemerintah pusat. (Diolah dengan AI)
Ilustrasi seorang petani sawit lokal di Kalteng nampak murung menyikapi anjloknya harga TBS Sawit, imbas dari kebijakan pemerintah pusat. (Diolah dengan AI)

Advertisement

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com — Petani kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendesak pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang terus merosot dalam beberapa waktu terakhir. Penurunan harga dinilai menekan kondisi ekonomi petani hingga mengganggu kemampuan memenuhi kebutuhan hidup, membayar angsuran, dan biaya pendidikan anak.

Petani sawit asal Samuda, Atut, mengatakan harga sawit di tingkat petani turun drastis dari kisaran Rp3.000 menjadi di bawah Rp2.000 per kilogram. Bahkan, harga sempat menyentuh sekitar Rp800 per kilogram.

Advertisement

Menurutnya, kondisi tersebut berbeda jauh dibanding saat harga sawit masih tinggi. Ketika itu, ia berani mengambil pinjaman untuk mengembangkan dan merawat kebun karena hasil panen dinilai mampu menutupi biaya operasional dan cicilan.

“Waktu harga masih bagus, saya berani ambil pinjaman untuk tambah dan rawat kebun karena hitungannya masih masuk,” ujarnya.

Atut mengaku setiap bulan harus membayar angsuran lebih dari Rp3 juta. Namun, sejak harga sawit turun, pendapatan dari hasil kebun ikut merosot drastis.

Advertisement

“Dulu masih bisa menyisihkan lebih dari Rp3 juta untuk cicilan. Sekarang hasil yang bisa dikumpulkan malah di bawah Rp2 juta,” katanya.

Ia khawatir kondisi tersebut akan membuat banyak petani kesulitan mempertahankan kebun mereka.

“Biaya hidup jalan terus, kebun juga tetap perlu dirawat. Kalau harga terus rendah, petani makin tertekan,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Asman, petani asal Kota Besi. Ia menilai sektor sawit selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pedesaan di Kotim sehingga penurunan harga sawit langsung memengaruhi daya beli warga.

Advertisement
Editor : Heru Prayitno
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harga Sawit Terjun Bebas, Pemkab Kotim Minta Pemprov Kalteng Turun Tangan Selamatkan Petani

Harga Sawit Terjun Bebas, Pemkab Kotim Minta Pemprov Kalteng Turun Tangan Selamatkan Petani

Pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan langsung dalam menentukan harga sawit karena kebijakan tersebut berada di pemerintah pusat

Ekspor CPO Dimonopoli, Petani Sawit Lokal di Kalteng Resah

Ekspor CPO Dimonopoli, Petani Sawit Lokal di Kalteng Resah

Presiden RI Prabowo Subianto mengeluarkan aturan tata kelola ekspor komoditas mewajibkan ekspor CPO dimonopoli, sehingga petani lokal resah

Harga TBS Anjlok, Segini Harga Jual Sawit di Kotawaringin Barat

Harga TBS Anjlok, Segini Harga Jual Sawit di Kotawaringin Barat

Petani mengeluhkan dalam sehari terakhir, terjadi pemangkasan harga TBS Kelapa Sawit hingga Rp 600 perkilogramnya. Rontoknya harga TBS

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer