Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Tinggi, BBM Non Subsidi masih Sering Habis di SPBU

Rado.
Penulis: Rado.❯
Ilustrasi antrean kendaraan truk ingin mengisi BBM Non-Subsidi di SPBU. (olahan AI)
Ilustrasi antrean kendaraan truk ingin mengisi BBM Non-Subsidi di SPBU. (olahan AI)

Advertisement

SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Kenaikan harga BBM non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex, diprediksi segera berdampak luas, di Kalteng, khususnya di Kotawaringin Timur.

Selisih harga yang semakin lebar antara solar subsidi dan BBM industri menjadi celah menguntungkan bagi praktik pelangsiran, dan bagi penjual eceran.

“Yang untung sekarang cuma pelangsir. Beli solar subsidi Rp6.800, dijual Rp20 ribu langsung cuan. Kami di jalan malah makin sekarat, apalagi solar industri sudah mencapai Rp30 ribu,” keluh seorang sopir truk, Siswanto.

Advertisement

Ia mengaku kondisi di lapangan pun semakin sulit. Selain harga bahan bakar yang tinggi, pasokan BBM non-subsidi juga sering habis di SPBU. Akibatnya sopir terpaksa mencari alternatif di luar jalur resmi, meski harus membeli dengan harga lebih mahal.

“Kalau di SPBU kosong, mau tidak mau cari di luar. Yang penting bisa jalan, walaupun rugi,” ungkapnya.

Dampak lebih berat, nampaknya bakal dirasakan pelaku usaha angkutan. Kenaikan BBM Non Subsidi, berpotensi tidak hanya menaikkan biaya operasional, tetapi juga mengganggu stabilitas usaha yang sudah berjalan. Dengan kondisi berat, pihaknya pun bakal menyesuaikan.

Advertisement

Jay, seorang pelaku usaha angkutan CPO dan cangkang, mengungkapkan kenaikan harga BBM Non Subsidi juga membuat biaya distribusi melonjak tajam,  sementara penyesuaian tarif tidak bisa dilakukan secara cepat.

“Sekarang biaya angkut naik drastis. BBM mahal sekali, sementara ongkos angkut belum tentu bisa langsung disesuaikan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak kenaikan BBM terhadap kontrak kerja yang sudah berjalan. Banyak kontrak yang disepakati dengan harga lama kini tidak lagi sesuai dengan kondisi biaya terbaru.

“Misalnya sudah ada kontrak angkutan 1.000 ton dengan harga lama, tapi di tengah jalan BBM naik. Mau tidak  harus putar kepala susun ulang kontrak,” katanya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bulog Kotawaringin Timur Optimistis Serapan Gabah Capai Target

Bulog Kotawaringin Timur Optimistis Serapan Gabah Capai Target

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Kotawaringin Timur (Kotim) optimistis mampu mencapai target penyerapan gabah petani pada 2026.

Paskibraka Kotawaringin Timur Study Tour ke Yogyakarta

Paskibraka Kotawaringin Timur Study Tour ke Yogyakarta

Pj Sekda Kotim Umar Kaderi melepas peserta Study Tour Kebangsaan Paskibraka Tahun 2026 di Aula Anggrek Tewu Kantor Bupati Kotim, Jumat (19/6

Penyaluran Minyakita di Kotim Bakal Dievaluasi. TPID Temukan Harga Tak Sesuai HET di Masyarakat

Penyaluran Minyakita di Kotim Bakal Dievaluasi. TPID Temukan Harga Tak Sesuai HET di Masyarakat

Persoalan harga Minyakita yang masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di di Kabupaten Kotawaringin Timur , bakal menjadi evaluasi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer