Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem saat Musim Transisi

Yuni Pratiwi Iskandar

 


Advertisement

MENDUNG: Cuaca mendung menjelang hujan di Kotawaringin Timur (Dok.Oes/Radar Sampit)
MENDUNG: Cuaca mendung menjelang hujan di Kotawaringin Timur (Dok.Oes/Radar Sampit)

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan musim hujan ke kemarau yang berlangsung pada April–Mei 2026.

Advertisement

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo, mengatakan saat ini wilayah Kotim masih mengalami hujan berdurasi singkat dalam 1–5 hari ke depan, yang menandakan fase musim transisi.

“Musim transisi ini justru perlu diwaspadai karena berpotensi memunculkan cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan lebat, dan banjir,” ujarnya.

BMKG memprediksi awal musim kemarau di Kotim akan datang lebih cepat, yakni sekitar awal Juni 2026, atau maju dua hingga tiga dasarian dibandingkan kondisi normal. Berdasarkan pembagian zona musim Kalteng 8, 9, 10, dan 13, sebagian besar wilayah diperkirakan mulai memasuki kemarau pada awal Juni.

Advertisement

Wilayah Kalteng 8 yang meliputi Kecamatan Antang Kalang, Tualan Hulu, dan Bukit Santuai diperkirakan mengalami awal kemarau pada awal Juni. Kondisi serupa juga terjadi di zona Kalteng 9, yang mencakup Mentaya Hulu, Parenggean, dan sebagian Kotabesi.

Sementara itu, zona Kalteng 10 seperti Baamang, Pulau Hanaut, dan Mentaya Hilir Selatan diprediksi mengalami awal kemarau pada periode yang sama. Adapun zona Kalteng 13, termasuk Pulau Hanaut dan Teluk Sampit, diperkirakan memasuki kemarau pada minggu ketiga Juni.

Selain datang lebih awal, durasi musim kemarau juga diperkirakan lebih panjang, yakni sekitar 10–12 dasarian atau 100–120 hari. Durasi terpanjang diprediksi terjadi di zona Kalteng 8 dan 9, yang lebih lama sekitar tiga dasarian dibandingkan biasanya.

BMKG memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2026, dengan curah hujan berada pada titik terendah. Berdasarkan data hingga 31 Maret 2026, curah hujan pada April berkisar 200–300 milimeter, Mei 150–300 milimeter, Juni 50–150 milimeter, Juli 20–50 milimeter, serta Agustus hingga September 0–50 milimeter atau kategori sangat kering.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Hotspot Kembali Muncul, Potensi Hujan di Kotim Justru Menurun

Hotspot Kembali Muncul, Potensi Hujan di Kotim Justru Menurun

Titik panas atau hotspot kembali terdeteksi di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Berdasarkan pemantauan BMKG

Sejumlah Kota Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, Waspada Petir dan Gelombang Tinggi

Sejumlah Kota Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, Waspada Petir dan Gelombang Tinggi

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis.

Kotim Masih dalam Masa Transisi, Hujan Mulai Turun, Tetap Waspada Ancaman Karhutla

Kotim Masih dalam Masa Transisi, Hujan Mulai Turun, Tetap Waspada Ancaman Karhutla

Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga kini masih berada dalam masa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer