Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

UMKM di Sampit masih Keluhkan masih Sulit Dapat LPG 3Kg

Rado.
Penulis: Rado.❯

 


Advertisement

BERSUBSIDI: Aktivitas memuat tabung gas LPG 3Kg di salah satu agen di Kotim
BERSUBSIDI: Aktivitas memuat tabung gas LPG 3Kg di salah satu agen di Kotim

SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Kesulitan mendapatkan LPG 3kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), turut dikeluhkan kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Sektor  UMKM langsung merasakan langsung dampaknya. LPG 3 kg kini susah dicari di pangkalan, bahkan ketika tersedia jumlahnya cepat habis. Akibatnya harga jual di pengecer naik drastis dari HET yang ditetapkan pemerintah,” ujar Ketua UMKM Harati Jaya Kotim, Rahmat Noor,  Rabu (25/2).

Advertisement

Diungkapkannya, sebagian besar UMKM, terutama di sektor kuliner dan makanan ringan, sangat bergantung pada LPG 3Kg sebagai bahan bakar utama. Biaya produksi kini menjadi lebih tinggi karena harga gas bersubsidi untuk masyarakat miskin itu meningkat di pasaran lokal, sehingga keuntungan UMKM menipis.

“UMKM kami tidak punya pilihan lain selain bergantung pada LPG 3Kg. Ketika suplai terganggu dan harga naik, otomatis biaya operasional ikut membengkak. Banyak pelaku usaha yang mulai menyesuaikan porsi produksi. Misalnya menaikan harga atau menurunkan kualitas,”beber Rahmat.

Menurutnya, kelangkaan ini juga mengancam keberlangsungan bisnis rumahan, terutama di bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri ketika permintaan makanan meningkat.

Advertisement

“Anda bisa bayangkan, UMKM kecil yang biasanya modalnya pas‑pasan kini harus mengeluarkan lebih banyak biaya hanya untuk membeli LPG 3Kg. Ini jelas bebannya terasa berat,” cetusnya.

Situasi ini lanjut Rahmat, diperparah oleh fenomena stoks kosong di beberapa pangkalan. Sejumlah warga dan pelaku UMKM di sejumlah kecamatan di Sampit bahkan harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain demi mendapatkan satu atau dua tabung elpiji 3 kg.

Pihaknya pun berharap ada solusi nyata, seperti operasi pasar, pengawasan harga yang lebih ketat, atau langkah khusus guna memastikan pasokan LPG 3 kg tersedia dengan mudah dan terjangkau sesuai HET, khususnya bagi pelaku UMKM. (ang/gus)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Penyaluran Minyakita di Kotim Bakal Dievaluasi. TPID Temukan Harga Tak Sesuai HET di Masyarakat

Penyaluran Minyakita di Kotim Bakal Dievaluasi. TPID Temukan Harga Tak Sesuai HET di Masyarakat

Persoalan harga Minyakita yang masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di di Kabupaten Kotawaringin Timur , bakal menjadi evaluasi

Kemasan Produk Jadi Kunci Daya Saing UMKM

Kemasan Produk Jadi Kunci Daya Saing UMKM

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Lamandau didorong terus berinovasi dalam mengembangkan kemasan produk

Pengunjung UMKM di Bundaran Pancasila, Keluhkan Gepeng dan Pengamen

Pengunjung UMKM di Bundaran Pancasila, Keluhkan Gepeng dan Pengamen

Aktivitas gelandangan, pengemis (gepeng), dan pengamen di kawasan Bundaran Pancasila, Pangkalan Bun, menuai keluhan warga pengunjung UMKM

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer