Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Miris! Awal Tahun, di Pulpis Sudah Ada 3 Kasus Pelecehan Seksual pada Anak

Slamet Harmoko
Penulis: Slamet Harmoko❯

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinsos PMD Kabupaten Pulang Pisau, Evy Herawati. Antara/Dita Marsena
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinsos PMD Kabupaten Pulang Pisau, Evy Herawati. Antara/Dita Marsena


Advertisement

Radarsampit.jawapos.com - Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah Herman Wibowo melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Evy Herawati mengungkapkan ada tiga kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di awal 2026.

“Kasus seperti ini menjadi perhatian serius kami karena menyangkut masa depan anak-anak,” kata Evy Herawati di Pulang Pisau, Senin (23/2/2026)

Evy menilai maraknya kekerasan seksual terhadap anak merupakan peringatan serius bagi seluruh masyarakat terutama orang tua.

Advertisement

Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan pemahaman sejak dini kepada anak, terutama anak perempuan mengenai batasan tubuh serta area pribadi yang tidak boleh disentuh orang lain.

“Anak perlu dikenalkan sejak dini tentang hak atas tubuhnya sendiri sehingga anak memiliki pengetahuan yang kuat mengenai batasan diri,” katanya.

Menurutnya, anak memang harus dibekali pengetahuan tentang hak atas tubuh mereka sendiri agar berani menolak dan menyampaikan kepada orang dewasa jika mengalami perlakuan yang tidak pantas. Edukasi tersebut dinilai penting sebagai langkah awal perlindungan terhadap anak.

“Jika anak sudah paham mana sentuhan yang tidak wajar, mereka lebih berani berkata tidak dan segera mencari bantuan ketika merasa terancam,” lanjutnya.

Ia juga mendorong keterlibatan aktif lembaga pendidikan dan tokoh agama dalam memberikan edukasi serta penguatan nilai moral kepada anak-anak.

Advertisement

Selain lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan keagamaan dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter serta kesadaran anak sejak dini.

“Edukasi nilai moral dan kesadaran sejak dini menjadi fondasi penting untuk melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan,” paparnya.

Ia menegaskan pencegahan harus menjadi fokus utama agar kasus kekerasan seksual tidak terus terulang.

Sinergi antara keluarga, sekolah dan lingkungan keagamaan dinilai sebagai kunci dalam menekan angka kekerasan seksual terhadap anak.

“Sekolah dan lingkungan keagamaan juga harus aktif membangun kesadaran dan karakter anak agar kasus serupa tidak terus berulang,” demikian Evy Herawati. (ant)

Advertisement
Editor : Slamet Harmoko
Sumber : ANTARA
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Terseret Arus Sungai Kahayan Saat Angkut Kayu, Remaja 15 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa

Terseret Arus Sungai Kahayan Saat Angkut Kayu, Remaja 15 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa

Setelah tiga hari dilakukan pencarian tanpa henti, remaja 15 tahun itu ditemukan mengapung dalam kondisi meninggal dunia di DAS Kahayan

Pemkab Pulpis Sediakan Asrama Gratis untuk Mahasiswa

Pemkab Pulpis Sediakan Asrama Gratis untuk Mahasiswa

Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i, mengatakan, saat ini pemerintah daerah telah memfasilitasi dua asrama mahasiswa yang ada di Palangka Raya

Karhutla di Kota  Palangka Raya sudah Hanguskan 1.055 Hektare. Banyak Pemukiman Warga Terancam

Karhutla di Kota Palangka Raya sudah Hanguskan 1.055 Hektare. Banyak Pemukiman Warga Terancam

Di Kota Palangka Raya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 529 karhutla total luasan terbakar mencapai 1.055,56 Hektare

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer