Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hotspot Nihil, Hujan Deras Redam Potensi Karhutla di Kotim

U
Penulis: Usay Nor Rahmad❯
Cuaca tampak dari salah satu sudut Kota Sampit, sebelum turun hujan. (Oes/Radar Sampit).
Cuaca tampak dari salah satu sudut Kota Sampit, sebelum turun hujan. (Oes/Radar Sampit).


SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini berada dalam kondisi relatif aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Advertisement

Berdasarkan data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tidak ditemukan titik panas (hotspot) di seluruh wilayah Kotim dalam 24 jam terakhir.

Rekapitulasi hotspot yang dirilis BMKG melalui sistem pemantauan BRIN dan diakses pada Senin (2/2) pukul 07.00 WIB menunjukkan status nihil untuk seluruh kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Nihilnya titik panas ini dipengaruhi oleh intensitas hujan yang terjadi cukup merata dalam beberapa hari terakhir.

Advertisement

Berdasarkan analisis citra satelit cuaca Himawari-8 Infra Red Enhanced, terpantau pertumbuhan awan signifikan di sejumlah wilayah Kotim, seperti Kecamatan Mentawa Hilir Utara, Mentawa Hilir Selatan, Pulau Hanaut, dan Teluk Sampit.

BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Kotim menjelaskan, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berperan besar dalam meningkatkan kelembapan udara dan permukaan lahan, sehingga menekan potensi munculnya kebakaran.

Selain itu, prakiraan akumulasi curah hujan 24 jam ke depan untuk wilayah Kotim pada periode 2–3 Februari 2026 menunjukkan potensi hujan ringan hingga hujan lebat. Kondisi ini dinilai masih efektif dalam menjaga stabilitas lingkungan dari ancaman karhutla.

Advertisement

BMKG juga merilis peta potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah, yang menunjukkan sebagian besar wilayah Kotim berada pada kategori aman dan tidak mudah terbakar untuk tanggal 2 dan 3 Februari 2026.

Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan agar tetap waspada dan tidak lengah, terutama memasuki masa peralihan cuaca. Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

“Walaupun hotspot nihil dan potensi kebakaran rendah, kewaspadaan tetap diperlukan agar kondisi ini bisa terus terjaga,” demikian imbauan BMKG dalam rilis informasinya.

Dengan kondisi cuaca yang mendukung dan partisipasi masyarakat, diharapkan Kabupaten Kotawaringin Timur dapat terhindar dari kejadian karhutla dalam waktu ke depan. (oes)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Setelah Padam Diguyur Hujan, Karhutla kembali Menyala di Wilayah Kobar

Setelah Padam Diguyur Hujan, Karhutla kembali Menyala di Wilayah Kobar

Meskipun cuaca di kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai pulih, namun Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih terjadi ke arah Kolam

Hujan Belum Merata, Karhutla Masih Mengancam

Hujan Belum Merata, Karhutla Masih Mengancam

Prakirawan Cuaca BMKG Kotim H. Asan Alfa Centauri saat diwawancarai terkait potensi hujan yang belum merata dan ancaman karhutla, (29/10)

Sejumlah Kota Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, Waspada Petir dan Gelombang Tinggi

Sejumlah Kota Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, Waspada Petir dan Gelombang Tinggi

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer