Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabar Baik! Awan Hujan Selimuti Kotim, Tapi Masih Ada Hotspot di Empat Kecamatan

U
Penulis: Usay Nor Rahmad❯

Citra satelit cuaca informasi per-Awanan menunjukkan adanya pertumbuhan awan hujan signifikan di wilayah Kotim. (BMKG Stamet H Asan Kotim)
Citra satelit cuaca informasi per-Awanan menunjukkan adanya pertumbuhan awan hujan signifikan di wilayah Kotim. (BMKG Stamet H Asan Kotim)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kondisi cuaca di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam 24 jam ke depan diperkirakan masih didominasi awan hujan.


Advertisement

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit, wilayah Kotim berpotensi mengalami cuaca berawan hingga hujan ringan pada Selasa (27/1/2026) hingga Rabu (28/1/2026).

Prakiraan akumulasi curah hujan selama periode 27 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 28 Januari 2026 pukul 07.00 WIB menunjukkan intensitas hujan ringan yang cukup merata.

Kondisi ini sejalan dengan hasil pemantauan citra satelit Himawari-8 Infra Red Enhanced yang mendeteksi pertumbuhan awan signifikan di sejumlah wilayah Kotim.

Advertisement

“Pertumbuhan awan cukup aktif terutama di Kecamatan Cempaga, Cempaga Hulu, Mentaya Hulu, dan Parenggean,” tulis BMKG dalam rilis resminya, Selasa pagi.

Meski hujan diperkirakan turun, BMKG juga mencatat kemunculan titik panas (hotspot) di wilayah Kotim. Dalam pembaruan rekapitulasi hotspot 24 jam terakhir, terdeteksi empat titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah.

Rinciannya, tiga hotspot berada di Kecamatan Mentaya Hulu, tepatnya di wilayah Kelurahan Kapuk, serta satu hotspot terpantau di Kecamatan Cempaga dan satu lainnya di Kecamatan Patani. Seluruh hotspot tersebut terpantau oleh satelit NOAA-20 dengan tingkat kepercayaan sekitar 30–79 persen.

Advertisement

BMKG juga merilis analisis potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah. Untuk Kotim, peta potensi kebakaran menunjukkan adanya zona aman hingga tidak mudah terbakar, namun beberapa wilayah masih masuk kategori mudah hingga sangat mudah terbakar, terutama pada area tertentu yang didominasi lahan gambut.

Sementara itu, dari hasil analisis penjalaran arah angin, BMKG menyebutkan bahwa pada 27 Januari 2026, arah angin bertiup dari barat hingga barat laut menuju utara hingga timur. Kondisi ini perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi penyebaran asap apabila terjadi kebakaran lahan.

BMKG mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk tetap waspada, meski hujan diprakirakan turun. Pengawasan terhadap potensi karhutla tetap diperlukan, terutama di wilayah yang terdeteksi hotspot.

“Perubahan cuaca bisa berlangsung cepat. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi BMKG dan segera melapor jika menemukan indikasi kebakaran,” imbau BMKG. (oes)

Advertisement
Editor : Slamet Harmoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Posyandu di Kotim Tak Lagi Hanya Layani Ibu dan Anak, Kini Sasar Semua Usia

Posyandu di Kotim Tak Lagi Hanya Layani Ibu dan Anak, Kini Sasar Semua Usia

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini beralih fungsi

Jalan Jaksa Agung Sampit Segera Diaspal, Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jalan Jaksa Agung Sampit Segera Diaspal, Ditargetkan Rampung 10 Hari

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) menargetkan pengaspalan Jalan Jaksa Agung, Sampit rampung dalam sepuluh hari ke depan

Dinsos Kotim Tangani 30 Anak Berhadapan dengan Hukum Sepanjang 2026

Dinsos Kotim Tangani 30 Anak Berhadapan dengan Hukum Sepanjang 2026

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kotim, Laily Hasanah, mengatakan kasus yang ditangani cukup beragam.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer