Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inilah Pemicu Cuaca Esktrem di Sampit dan Sekitarnya

U
Penulis: Usay Nor Rahmad❯

 

Citra satelit cuaca dan radar cuaca yang terjadi Minggu (21/12/2025).(BMKG Stamet H Asan Kotim).   
Citra satelit cuaca dan radar cuaca yang terjadi Minggu (21/12/2025).(BMKG Stamet H Asan Kotim).  

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, pada Minggu (21/12/2025) dipicu oleh sejumlah faktor atmosfer. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika hingga regional.


Advertisement

Berdasarkan analisis BMKG, peristiwa angin kencang itu berdampak pada sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.

Sejumlah pohon tumbang dilaporkan terjadi di Jalan Walter Condrad, Jalan Samekto, Jalan Baamang Hulu, hingga Jalan Kapten Mulyono. Selain itu, angin kencang juga menyebabkan kerusakan bangunan, termasuk di SMP Negeri 1 Sampit dan kawasan Jalan Tjilik Riwut.

BMKG menjelaskan, salah satu pemicu utama adalah kondisi suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature/SST) di perairan Kalimantan Tengah yang terpantau cukup hangat, berkisar antara 28–29 derajat Celsius.

Advertisement

Suhu ini dinilai lebih hangat dari kondisi normal sehingga meningkatkan penguapan dan suplai uap air ke atmosfer, yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

“Lingkungan atmosfer saat kejadian sangat mendukung pembentukan awan konvektif, khususnya awan Cumulonimbus yang identik dengan hujan lebat disertai angin kencang,” ungkap Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur Mulyono Leo Nardo, dalam laporan analisis cuaca ekstrem, Senin (22/12/2025).

Dari sisi dinamika angin, BMKG mencatat adanya konvergensi atau pertemuan massa angin di wilayah Kotim, dengan arah angin bertiup dari barat laut menuju timur laut.

Advertisement

Kecepatan angin di lapisan bawah terpantau mencapai 7–17 knot, diperkuat oleh adanya sirkulasi siklonik di wilayah utara Kalimantan. Kondisi ini memicu penumpukan massa udara dan memperkuat pertumbuhan awan konvektif.

Pantauan citra satelit Himawari-9 pada hari kejadian menunjukkan kemunculan awan Cumulonimbus dengan suhu puncak awan yang sangat dingin, berkisar minus 75 hingga minus 90 derajat Celsius.

Sementara itu, data radar cuaca mencatat kecepatan angin sesaat dapat mencapai puluhan knot, yang cukup untuk menimbulkan kerusakan di darat.

Tak hanya itu, kelembapan udara di lapisan atmosfer bawah hingga menengah juga terpantau tinggi, yakni antara 70–95 persen. Kondisi udara yang lembap dan jenuh ini semakin memperbesar peluang terjadinya cuaca ekstrem.

BMKG pun mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat. Dalam sepekan ke depan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang masih perlu diwaspadai di wilayah Kotawaringin Timur, terutama pada siang hingga sore hari, bahkan berlanjut hingga dini hari.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, menghindari berteduh di bawah pohon besar, serta memantau informasi cuaca resmi dari BMKG guna mengantisipasi risiko lanjutan akibat cuaca ekstrem. (oes)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat dan Petir Berpotensi Landa Sejumlah Wilayah Kotim

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat dan Petir Berpotensi Landa Sejumlah Wilayah Kotim

Di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), potensi cuaca tersebut terpantau di Kecamatan Teluk Sampit.

Hotspot Kembali Muncul, Potensi Hujan di Kotim Justru Menurun

Hotspot Kembali Muncul, Potensi Hujan di Kotim Justru Menurun

Titik panas atau hotspot kembali terdeteksi di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Berdasarkan pemantauan BMKG

Sejumlah Kota Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, Waspada Petir dan Gelombang Tinggi

Sejumlah Kota Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, Waspada Petir dan Gelombang Tinggi

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer