Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jumlah Penduduk Miskin di Kotawaringin Timur Bertambah

Yuni Pratiwi Iskandar
Ilustrasi kemiskinan (JawaPos.com)
Ilustrasi kemiskinan (JawaPos.com)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kenaikan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi perhatian serius pemerintah daerah.


Advertisement

Kondisi ini dinilai sebagai sinyal perlunya penguatan kebijakan dan kolaborasi lintas sektor agar program pengentasan kemiskinan benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, jumlah penduduk miskin di Kotim meningkat 1.010 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya (bertambah,Red).

Persentase kemiskinan naik dari 5,66 persen menjadi 5,83 persen atau bertambah 0,17 persen poin, sehingga menempatkan Kotim sebagai kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi keempat di Kalimantan Tengah.

Advertisement

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotim menegaskan komitmennya untuk mmperkuat langkah penanggulangan kemiskinan melalui kebijakan yang lebih terarah dan terintegrasi. 

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim Umar Kaderi menyampaikan bahwa kemiskinan merupakan persoalan multidimensi yang tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja.

“Kemiskinan membutuhkan kerja bersama. Penanggulangan kemiskinan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2025–2029,” ujarnya saat memimpin rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan se-Kotim, Senin (15/12/2025).

Advertisement

Ia menjelaskan, arah kebijakan daerah sejalan dngean pembangunan nasional, yakni meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapat an warga miskin, serta memastikan tidak ada masyarakat yang berada dalam kondisi miskin ekstrem.

Untuk itu, pemerintah daerah menekankan pentingnya sinkronisasi data kemiskinan sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Seluruh program penanggulangan kemiskinan diwajibkan menggunakan data sasaran by name by address berbasis NIK yang mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Data yang akurat menjadi kunci agar kebijakan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,” tegas Umar.

Selain pembenahan data, integrasi program dan anggaran antar organisasi perangkat daerah juga menjadi fokus utama. Setiap OPD diharapkan menjalankan perannya secara sinergis, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga perlindungan sosial.

Umar menambahkan, strategi jangka panjang pengentasan kemiskinan harus bertumpu pada pemberdayaan masyarakat. Bantuan sosial dinilai penting, namun tidak cukup tanpa diiringi peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pelatihan kerja, serta penguatan UMKM dan ekonomi desa.

Menurutnya, pemerintah daerah juga mendorong kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat.

“Peran CSR, pendampingan akademisi, serta partisipasi aktif masyarakat dinilai penting agar upaya pengentasan kemiskinan berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi warga miskin dan rentan miskin di Kotim,” tandasnya. (yn/fm) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Jam Sibuk Pagi Hari, Wakapolda Kalteng Turun Mengatur Lalu Lintas

Jam Sibuk Pagi Hari, Wakapolda Kalteng Turun Mengatur Lalu Lintas

Mantap, Wakapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Brigjen Pol Hendra Wirawan turun ke jalan, mengurai arus kendaraan saat jam sibuk pagi hari

Kepribadian Introvert Miliki 4 Keunggulan di Era Modern

Kepribadian Introvert Miliki 4 Keunggulan di Era Modern

Seorang dengan kepribadian introvert sering memperoleh stigma negatif karena dianggap kurang mampu bersosialisasi, namun ada 4 keunggulan

Warga Apresiasi Penerangan Jalan Kapten Mulyono Sampit

Warga Apresiasi Penerangan Jalan Kapten Mulyono Sampit

Suasana malam di sepanjang Jalan Kapten Mulyono, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, kini tampak jauh berbeda dan dilengkapi penerangan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer