Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Netizen Sampit Ingatkan Bencana di Aceh dan Sumatera

Rado.
Penulis: Rado.❯
Banjir yang sudah merendam sejumlah rumah di utara Kotim, Jumat (5/12).
Banjir yang sudah merendam sejumlah rumah di utara Kotim, Jumat (5/12).

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Beberapa netizen di media sosial menyuarakan pemberhentian aktivitas pebabatan hutan oleh perusahaan besar swasta di wilayah Kecamatan Antang Kalang. Mereka khawatir bencana alam seperti di beberapa wilayah Indonesia, turut menerpa wilayah Kotawaringin Timur (Kotim).


Advertisement

"Jangan rusak hutan yang menyerap air. Stop dulu buat sawit. Kita perlu juga cuaca stabil. Ini Kalimantan udah rusak hutannya sebagai paru-paru dunia agar tidak terjadi makin parah.  Gerakan yang ada aja dulu. Jangan babat semua, nanti tidak ada lagi hutan yang buat iklim stabil. Memang susah kalau berhadapan dengan para manusia rakus. Semoga pemerintah daerah setempat dapat melestarikan hutan agar tidak bencana alam nantinya,"tulis pemilik akun Andre Shakadama dalam postingan media sosial Radar Sampit.

Serupa juga disampaikan warganet lainnya. Mendesak agar aktivitas penebangan hutan harus dihentikan oleh pemerintah daerah.

"Kita prihatin, semoga Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten, sepakat tidak memberikan izin membuka lahan baru. LSM dan lembaga yang anti perambahan hutan agar bersatu menyuarakan tentang kerusakan sumber daya alam dan lingkungan. Aturan hukumnya ditegakkan tanpa kompromi,” tulis akun Muhammad Yusransyah.

Advertisement

Tidak sedikit juga kritikan tajam kepada para pemangku kebijakan di daerah. Bahkan mereka mengingatkan kasus bencana alam yang dahsyat seperti di Sumatera dan Aceh. " Jangan sampai seperti Sumatera, sudah terkena dampak baru pelaku dicari. Harusnya berbenah diri menghadapi bencana/mencegah. Jangan menebali dompet pejabat terus,"kata pemilik akun Vivi.

Warg net lainnya juga mengungkapkan aktivitas pembabatan kayu hutan di wilayah hulu Kotim sampai ke Katingan. Kayu-kayu yang ditebang itu dibawa keluar melalui Kabupaten Katingan.

"Lahan yagg dibabat diambil kayunya di hulunya Antang Kalang wilayah Tumbang Rame diangkut ke arah Sesa Tumbang Labaning. Dirakit diturunkan melalui Sei Katingan sampai Tumbang  Dakei, lalu diangkut lewat darat lintas HPH asmpai Tumbang Manggu. Proses sawmil sarana lengkap (tronton,exsafator,doser,fuso ala pemegang hph saja),"ujar akun Edy Kusmiran.

Advertisement

Desakan kepada pemerintah untuk bertindak juga disuarakan. "Itu harus segera dihentikan, kerakusan oknum-oknum yang berduit membabat hutan diperuntukan untuk kebun sawit. Hutan yang seharusnya dilindungi bukan dimusnahkan berhektar hektare. Lambat atau cepat berdampak banjir dan bencana,"tulis akun Inne Lis.(ang/gus)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Program PKK di Kotim Harus Berdampak ke Masyarakat

Program PKK di Kotim Harus Berdampak ke Masyarakat

Bunda PAUD Kecamatan Telawang, Antang Kalang, Cempaga Hulu, dan Seranau Resmi Dikukuhkan dan Program PKK Harus Berdampak ke Masyarakat

Edarkan Sabu di Telaga Antang, Pria 40 Tahun Diciduk Polisi

Edarkan Sabu di Telaga Antang, Pria 40 Tahun Diciduk Polisi

Peredaran narkoba di Antang Kalang kembali dibongkar polisi. Seorang pria berinisial E (40) diamankan karena diduga mengedarkan sabu

Angkut Ratusan Kayu Ulin dan Benuas di Antang Kalang, Sopir Truk Diciduk Polisi

Angkut Ratusan Kayu Ulin dan Benuas di Antang Kalang, Sopir Truk Diciduk Polisi

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kotim kembali mengungkap dugaan pelanggaran terkait pengangkutan kayu ilegal

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer