Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dievakuasi, Ular Piton sempat Melilit Petugas

Dodi Abdul Qadir
Penulis: Dodi Abdul Qadir❯
Tim Rescue Damkar kota Palangka Raya saat melakukan proses penangkapan ular Piton, di areal pemukiman warrga di Jalan G Obos, Sabtu (22/11) malam.
Tim Rescue Damkar kota Palangka Raya saat melakukan proses penangkapan ular Piton, di areal pemukiman warrga di Jalan G Obos, Sabtu (22/11) malam.

PALANGKA RAYA – Suasana tegang dan kepanikan terjadi di sebuah kandang ayam di Jalan Krisna, kawasan G Obos Palangka Raya, Sabtu (22/11) malam. Kegaduhan itu dipicu seekor ular piton berdiameter sekitar 3 inci dan panjang 3,5 meter,didapati bergelantungan di balok atap kandang.


Advertisement

Pemilik kandang pun ketakutan dan langsung menghubungi Tim Rescue Damkar Palangka Raya untuk meminta pertolongan.

Koordinator Tim Rescue Damkar kota Palangka Raya Sucipto menyampaikan, dengan penerangan dan peralatan khusus penanganan ular, tim bergerak menyisir area di sekitar kandang.

Lalu, ketegangan meningkat ketika petugas melihat sosok Ular Piton itu masih melingkar di balok kayu berukuran 5x5 sentimeter, dan menatap tajam ke arah tim.

Advertisement

Tanpa membuang waktu, tim langsung membagi peran sesuai prosedur standar penanganan reptil ukuran besar. Tongkat penangkap ular digunakan, untuk mengunci gerak sang Piton agar tidak merayap ke arah ayam. Namun perlawanan dilakukan binatang melata itu, saat proses pengamanan berlangsung, salah satu anggota rescue sempat dililit kuat oleh Ular Piton tersebut.

Beruntung, koordinasi tim yang terlatih membuat situasi segera dikuasai. Petugas lain bergerak cepat melonggarkan lilitan dan mengendalikan kepala ular. Setelah beberapa menit adu tenaga, Piton itu akhirnya dapat dilumpuhkan dan dimasukkan ke karung tebal berukuran besar agar tidak lolos. Ular kemudian dibawa ke lokasi aman dan dilepasliarkan jauh dari permukiman.

Sucipto mengungkapkan, Piton dewasa bisa menghasilkan hingga 30 butir telur yang menetas di lokasi tersembunyi seperti bawah akar atau tumpukan kayu. Karena itu, kebersihan lingkungan di sekitar kandang maupun pekarangan menjadi kunci untuk mencegah masuknya predator liar.

Advertisement

Ia menegaskan, penangnan ular tidak seperti gampang terlihat, namun  betapa rumit dan besar risikonya, apalagi di tengah pemukiman. Sehingga lanjutnya, keberhasilan evakuasi kali ini bukan hanya keberanian, tapi juga hasil pengalaman panjang menghadapi situasi ekstrim.

”Jadi jangan sembarangan, kami saja menggunakan peralatan khusus menangkap ular dan alat pelindung diri dalam proses penanganan,” pungkas Sucipto. (daq/gus)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Lagi Santai di Teras Rumah, Warga Didatangi Ular Piton

Lagi Santai di Teras Rumah, Warga Didatangi Ular Piton

Kemunculan ular piton kembali menghebohkan warga Kota Palangka Raya, saat Lagi Santai di Teras Rumah, warga menghubungi call center 112

Menjelang Akhir Kemarau,  Teror Ular kembali Marak di Palangka Raya

Menjelang Akhir Kemarau, Teror Ular kembali Marak di Palangka Raya

Kemunculan ular di kediaman warga kembali marak di Palangka Raya. Kali ini, ditemukan di kamar mandi rumah kos di Kelurahan Menteng, Selasa

Ular Piton di Atap Dapur Picu Kepanikan Penghuni Rumah di Bukit Tunggal

Ular Piton di Atap Dapur Picu Kepanikan Penghuni Rumah di Bukit Tunggal

Suasana tenang sebuah rumah di Jalan Tenggiri, Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka Raya, mendadak gempar.lantaran ular piton di atap dapur

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer