Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dua Ular Piton Satroni Warga, Seekor Ayam Jadi Korban

Dodi Abdul Qadir
Penulis: Dodi Abdul Qadir❯
Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya saat menangkap Ular Piton sepanjang 3 meter yang masuk ke pemukiman warga di Jalan Temanggung Tilung, dan sempat memangsa ternak ayam, baru-baru tadi.
Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya saat menangkap Ular Piton sepanjang 3 meter yang masuk ke pemukiman warga di Jalan Temanggung Tilung, dan sempat memangsa ternak ayam, baru-baru tadi.

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Ketentraman warga di Palangka Raya kembali terusik dengan teror Binatang melata. Baru-baru ini terjadi  di dua lokasi berbeda, yakni seekor anak Ular Piton sepanjang 90 sentimeter di Jalan Intan dan seekor Ular Piton Panjang 3 meter, diameter 2,5 inci di Jalan Temanggung Tilung XII, Gang Keluarga.


Advertisement

Pihak tim rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Palangka Raya kembali turun tangan untuk mengevakuasi kedua ular tersebut.

Koordinator Tim Rescue Damkar Palangka Raya Sucipto mengungkapkan, di Jalan Intan, seekor anak Ular Piton dengan diameter 4 inci itu didapati bersembunyi di bawah pagar tembok beton batako. Lokasi itu ada urukan pasir rendah yang cocok menjadi tempat persembunyian hewan melata tersebut.

“Ular itu biasanya mencari makan seperti tikus, anak tikus, bahkan anak kucing. Dari ukuran dan lokasi penemuan, besar kemungkinan ular ini satu indukan dengan yang sempat masuk ke box motor warga beberapa hari lalu,” ujarnya, Minggu (2/11).

Advertisement

Sementara itu di kediaman warga di Jalan Temanggung Tilung, tim rescue mendapati Ular Piton dewasa berada di kandang ternak ayam dan sudah menyantap satu ekor peliharaan warga itu.

“Pemilik kandang awalnya ingin memberi makan ternaknya, tapi saat membuka pintu kandang malah melihat Ular Piton besar sedang melingkar. Setelah diperiksa, satu ekor ayamnya sudah dimangsa,” beber Sucipto.

Pihaknya menduga, ada ular lain di lokasi itu. Hal itu berdasarkan pengalaman pihaknya yang pernah menemukan sekitar 30 biji  telur Ular. Menurutnya situasi di lokasi itu sangat mendukung untuk perkembangbiakan ular.

Advertisement

 “Petugas bersama warga berhasil mengevakuasi ular piton itu menggunakan alat penjepit khusus. Ular kemudian dimuat dalam karung dan dilepasliarkan ke alam bebas yang jauh dari pemukiman warga,” papar Sucipto.

Dirinya pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada di musim hujan saat ini, karena pada periode ini ular sering berpindah tempat untuk mencari makanan dan tempat kering. Termasuk ke area pemukiman warga.

“Kami minta tingkatkan kewaspdaan dan langsung hubungi tim damkar. Ingat, jangan evakuasi sembarangan karena bisa membahayakan keselamatan,” tandas Sucipto. (daq/gus) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Musim Hujan di Kotim Diprediksi mulai Pertengahan Oktober

Musim Hujan di Kotim Diprediksi mulai Pertengahan Oktober

Prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan di wilayah Kotim mulai pertengahan bulan Oktober

Puncak Kemarau September, Musim Hujan di Kobar Diprediksi November

Puncak Kemarau September, Musim Hujan di Kobar Diprediksi November

BMKG menyebut September menjadi puncak musim kemarau, sementara peningkatan curah hujan yang lebih signifikan baru diprakirakan terjadi pa

Menjelang Akhir Kemarau,  Teror Ular kembali Marak di Palangka Raya

Menjelang Akhir Kemarau, Teror Ular kembali Marak di Palangka Raya

Kemunculan ular di kediaman warga kembali marak di Palangka Raya. Kali ini, ditemukan di kamar mandi rumah kos di Kelurahan Menteng, Selasa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer